spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Ekonomi AS Berdarah! Shutdown Pemerintah Timbulkan Kerugian Rp 249 Triliun per Hari


jelajahtechno.com — Amerika Serikat tengah menghadapi shutdown pemerintahan yang mengakibatkan kerugian ekonomi besar.
Menurut pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, penutupan ini telah menyebabkan kerugian hingga US$ 15 miliar per hari, atau setara dengan Rp 249,2 triliun per hari (kurs Rp 16.613 per dolar AS).

“Saya mencatat bahwa dampak shutdown ini bisa mencapai US$ 15 miliar per hari terhadap ekonomi,” ujar Bessent, dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu (15/10/2025).

Shutdown kali ini menjadi salah satu yang paling berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi AS dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lembaga pemerintahan berhenti beroperasi karena Kongres gagal menyetujui anggaran tahun fiskal baru yang dimulai 1 Oktober 2025.

Kebuntuan Politik di Kongres Jadi Pemicu Utama

Kebuntuan anggaran ini berakar pada perbedaan pandangan antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai prioritas pengeluaran pemerintah.
Akibatnya, banyak lembaga federal yang didanai langsung oleh Kongres harus menghentikan sementara operasionalnya.

Shutdown menyebabkan sebagian besar layanan publik terganggu, mulai dari lembaga riset, pelayanan sosial, hingga urusan administrasi publik. Beberapa lembaga penting seperti Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Perdagangan terkena dampak paling parah.

Para analis memperkirakan, jika shutdown berlangsung lebih dari dua minggu, dampaknya terhadap PDB AS bisa mencapai 0,5% hingga 1% pada kuartal terakhir 2025.

Baca juga : Waspada! Serangan Phishing di Indonesia Tembus 85 Ribu Kasus, Ancam Dunia Bisnis

Trump: Shutdown Bisa Jadi “Kesempatan Reformasi”

Presiden Donald Trump menilai bahwa situasi shutdown dapat menjadi “peluang” untuk melakukan efisiensi pemerintahan.
Ia menyebut penutupan ini bisa dimanfaatkan untuk memangkas anggaran program yang tidak produktif serta merekrut ulang staf dengan struktur gaji baru.

“Kita dapat memanfaatkan penutupan ini untuk merekrut banyak staf dan memangkas gaji. Shutdown ini membuka ruang untuk menghapus program-program yang tidak dibutuhkan,” ujar Trump dalam konferensi pers di Washington.

Namun, pandangan Trump memicu perdebatan luas. Pihak oposisi dari Partai Demokrat menuduh Gedung Putih menggunakan shutdown untuk kepentingan politik, bukan solusi ekonomi.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles