jelajahtechno.com — Dunia pendidikan di Indonesia maupun global telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi membuat sekolah, kampus, hingga lembaga kursus online harus beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi. Sementara itu, munculnya ribuan aplikasi pendidikan, platform e-learning, hingga media sosial, telah mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar.
Dalam konteks ini, education marketing atau pemasaran pendidikan menjadi strategi penting untuk menarik siswa, membangun reputasi, dan menjaga keberlangsungan institusi pendidikan. Baik sekolah dasar, universitas, maupun startup edtech, semuanya kini bersaing untuk mendapatkan perhatian calon siswa dan orang tua.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu education marketing, manfaatnya, strategi yang efektif, tools yang bisa digunakan, hingga tren terbaru yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan di Indonesia.
Apa Itu Education Marketing?
Education marketing adalah praktik pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan (sekolah, universitas, bimbel, hingga aplikasi belajar online) untuk:
- Meningkatkan brand awareness lembaga pendidikan.
- Mendorong pendaftaran siswa baru.
- Menjalin kepercayaan dengan orang tua dan calon mahasiswa.
- Membangun thought leadership agar lembaga dikenal sebagai pusat pengetahuan.
Di Indonesia, education marketing bisa mencakup berbagai bentuk, seperti:
- Artikel blog tentang tips belajar atau karier.
- Video promosi kampus di YouTube & TikTok.
- Webinar gratis untuk menarik calon siswa.
- Kampanye media sosial dengan konten kreatif.
- Email marketing untuk follow-up pendaftaran.
Baca juga : Cara Menggunakan Facebook Insights agar Iklan Lebih Tepat Sasaran
Mengapa Education Marketing Penting?
- Persaingan Semakin Ketat
Banyaknya sekolah swasta, universitas, dan kursus online membuat orang tua dan siswa memiliki banyak pilihan. Strategi marketing yang tepat bisa menjadi pembeda. - Meningkatkan Kepercayaan
Kepercayaan orang tua sangat penting sebelum memutuskan sekolah untuk anaknya. Konten edukatif dan testimoni siswa dapat meningkatkan kredibilitas. - Mendukung Digitalisasi Pendidikan
Dengan e-learning dan hybrid learning yang makin populer, lembaga pendidikan perlu hadir secara digital agar relevan dengan generasi Z dan milenial. - Meningkatkan Pendaftaran Siswa
Strategi marketing yang tepat bisa mengubah calon siswa menjadi pendaftar, sekaligus menjaga hubungan jangka panjang agar mereka loyal.
8 Strategi Education Marketing yang Efektif
1. Gunakan Media Sosial untuk Terhubung dengan Audiens
Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube kini menjadi tempat utama siswa mencari informasi. Sekolah dan universitas dapat:
- Membagikan video profil sekolah.
- Mengunggah konten tips belajar singkat.
- Menampilkan kehidupan kampus secara real.



