spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dana Pemerintah di BI Turun, Tapi Kredit Perbankan Naik Tajam

Strategi Pemerintah ke Depan: Arahkan Dana untuk Pertumbuhan 8%

Langkah Purbaya memindahkan dana dari BI ke Himbara merupakan bagian dari strategi besar menuju target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Strategi ini mengandalkan kolaborasi antara fiskal ekspansif, perbankan aktif, dan investasi swasta.

Pemerintah menilai, menumpuk dana di BI tidak efisien karena hanya menghasilkan bunga sangat kecil dan tidak memberi dampak langsung ke sektor riil. Dengan menempatkan dana di bank-bank milik negara, pemerintah bisa memastikan uang negara benar-benar menggerakkan ekonomi, bukan sekadar menjadi saldo pasif.

Langkah ini juga akan membantu menekan beban pembiayaan negara, karena dengan perputaran ekonomi yang lebih cepat, penerimaan pajak dan PPN bisa meningkat secara alami.

Dampak Jangka Panjang terhadap Perekonomian

Jika kebijakan ini berlanjut secara konsisten, dampaknya akan terasa di berbagai lini.

  1. Likuiditas perbankan membaik: Dana besar yang masuk akan meningkatkan rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) dan memperluas kapasitas pembiayaan.
  2. Peningkatan investasi sektor riil: Sektor produktif seperti pertanian, industri, dan logistik akan lebih mudah mendapatkan kredit modal kerja.
  3. Pertumbuhan ekonomi lebih merata: Akses pembiayaan meluas ke daerah melalui Himbara dan BSI yang memiliki jaringan nasional.
  4. Menekan risiko resesi: Dengan aliran dana aktif di pasar domestik, daya beli dan produksi nasional bisa bertahan di tengah ketidakpastian global.

Namun, agar hasilnya maksimal, kebijakan ini perlu didukung oleh peningkatan efisiensi belanja dan percepatan realisasi proyek strategis nasional.

Baca juga : Petani Singkong Bersiap Panen Rezeki dari Program BBM Etanol 10%

Kesimpulan

Penurunan simpanan pemerintah di Bank Indonesia menjadi Rp 238,9 triliun bukanlah tanda pelemahan keuangan negara, melainkan hasil kebijakan aktif Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin membuat dana publik lebih produktif.

Dengan Rp 200 triliun dana yang disalurkan ke bank-bank Himbara, pemerintah berhasil menyalurkan kembali lebih dari Rp 112 triliun ke sektor riil hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Langkah ini memperkuat likuiditas perbankan, menambah arus kredit, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tantangan ke depan terletak pada optimalisasi belanja pemerintah agar dana besar yang masih mengendap di bank dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan reformasi pengelolaan kas dan percepatan belanja, target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan pemerintahan Prabowo–Gibran berpotensi semakin realistis.

Sumber Rujukan

  1. Kementerian Keuangan Republik Indonesia – Laporan posisi kas pemerintah September 2025
  2. Kontan.co.id – “Simpanan Pemerintah di BI Turun Jadi Rp 238 T, Usai Purbaya Suntik Dana ke Himbara”, 16 Oktober 2025
  3. CNBC Indonesia – “Purbaya Salurkan Rp 200 Triliun ke Himbara untuk Dorong Kredit Sektor Riil”
  4. Investor.id – “Dana Pemerintah Mengalir ke Bank-Bank BUMN, Ini Dampaknya ke Likuiditas dan Ekonomi”
  5. Bank Indonesia – Statistik Posisi Kas Pemerintah dan Likuiditas Sektor Perbankan (September 2025)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles