jelajahtechno.com — Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (24/10/2025). Di sesi pertama, harga saham CBRE melonjak 15,85% ke level Rp 1.535 per saham, bahkan sempat menembus kenaikan maksimum 20,75% pada pukul 10.00 WIB.
Volume perdagangan juga menunjukkan aktivitas tinggi. Tercatat 210 juta saham CBRE berpindah tangan dengan frekuensi mencapai 46,61 juta kali, dan nilai transaksi sebesar Rp 317,6 miliar.
Lonjakan tajam ini menjadikan CBRE sebagai salah satu emiten paling aktif dan top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari tersebut.
Kenaikan ini tak lepas dari pengumuman aksi korporasi besar yang dilakukan perseroan terkait rencana pembelian kapal baru dan penerbitan promissory note kepada sejumlah pihak strategis.
Aksi Korporasi: Pembelian Kapal HAI LONG 106
Dalam keterbukaan informasi kepada publik, CBRE mengumumkan rencana pembelian satu unit kapal jenis pipe-laying & lifting vessel bernama HAI LONG 106 dari Hilong Shipping Holding Limited, perusahaan pelayaran internasional yang berbasis di Hong Kong.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari strategi ekspansi bisnis energi dan jasa maritim yang tengah digencarkan oleh CBRE.
Kapal HAI LONG 106 sendiri merupakan armada multifungsi yang digunakan untuk kegiatan instalasi pipa bawah laut dan pengangkatan beban berat di proyek lepas pantai (offshore) — aset yang sangat relevan bagi penguatan lini bisnis energi dan infrastruktur CBRE.
Nilai transaksi pembelian kapal ini mencapai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,61 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.100 per dolar AS).
Manajemen CBRE menegaskan bahwa pembelian armada tersebut akan mendukung diversifikasi usaha, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperluas peluang proyek di sektor energi dan sumber daya alam.
Baca juga : Saham BBRI Melonjak, Mandiri Sekuritas Prediksi Tembus Rp 4.250
Skema Pembayaran: Penerbitan Promissory Note (PN)
Untuk membiayai transaksi besar tersebut, CBRE mengumumkan akan melakukan penerbitan promissory note (PN) kepada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.
Penerbitan PN ini akan menjadi mekanisme pembayaran sebesar 55% dari total nilai transaksi, sedangkan sisanya 45% (US$ 45 juta) akan dibayar secara tunai paling lambat sebelum 31 Desember 2025.
Dengan demikian, total nilai PN yang akan diterbitkan mencapai US$ 55 juta atau sekitar Rp 888,91 miliar.
Menurut manajemen, penerbitan PN merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana pembelian kapal.
“Rencana penerbitan PN merupakan mekanisme pembayaran sebagian dari harga pembelian yang disepakati para pihak dalam rencana transaksi,” tulis manajemen CBRE dalam keterbukaan informasinya.




[…] CBRE Beli Kapal Rp 1,6 Triliun, Sahamnya Langsung Meroket […]