- Brand awareness: menaikkan jumlah followers 20% dalam 3 bulan.
- Traffic website: meningkatkan kunjungan ke blog/landing page.
- Engagement: meningkatkan komentar, share, dan like.
- Penjualan: dorong transaksi lewat campaign produk.
3. Analisis Kompetitor
Amati akun kompetitor:
- Jenis konten apa yang paling banyak mendapat engagement.
- Format yang mereka gunakan (video, reels, carousel).
- Gaya komunikasi mereka.
Hasil analisis ini bisa dijadikan inspirasi, tapi pastikan tetap menghadirkan konten yang unik sesuai brand Anda.
4. Kumpulkan & Manfaatkan Konten yang Ada
Tidak semua konten harus dibuat dari nol. Anda bisa:
- Mengubah artikel blog jadi carousel Instagram.
- Mengubah testimoni pelanggan jadi konten video.
- Menggunakan ulang (repurpose) konten lama yang masih relevan.
5. Buat Rencana Produksi Konten
Siapkan jadwal khusus untuk membuat konten. Gunakan aplikasi desain seperti Canva, CapCut, atau Adobe Express agar lebih mudah.
Anda juga bisa memanfaatkan User-Generated Content (UGC), yaitu konten dari pelanggan yang menggunakan produk Anda. Selain autentik, ini juga bisa membangun kepercayaan audiens.
6. Susun Kalender Konten
Kalender konten membantu Anda melihat gambaran besar: apa yang akan diposting, kapan, dan di platform mana.
Contoh kalender konten Instagram mingguan:
- Senin: Edukasi (tips, tutorial).
- Rabu: Engagement (quiz, polling, meme).
- Jumat: Promosi (produk baru, diskon).
- Minggu: Testimoni/UGC.
7. Evaluasi & Optimasi
Gunakan fitur analitik di Instagram Insights, TikTok Analytics, atau Facebook Meta Business Suite untuk memantau:
- Reach (jangkauan).
- Engagement (like, share, comment, save).
- CTR (Click-Through Rate).
- Conversion (pembelian, pendaftaran).




[…] Cara Menyusun Content Plan untuk Instagram, TikTok, & Facebook […]