Bonus: 7 Quick Wins Lainnya (Ringkas)
- Struktur internal linking & orphan fix: semua halaman penting ≤3 klik dari beranda; buat cluster topik & HTML sitemap.
- Struktur URL ecommerce: hierarki deskriptif (kategori → subkategori → produk), 301 terencana saat migrasi.
- Faceted navigation: noindex/robots untuk kombinasi tanpa nilai; hanya index facet bernilai (mis. kategori + filter populer).
- Schema konflik: satu primary schema per halaman; nesting FAQ di layanan/lokal; validasi Rich Results.
- Image SEO: ukuran & kompresi, nama file deskriptif, alt text kontekstual (bukan stuffing).
- Kecepatan halaman: minify, preload critical CSS, defer non-critical JS, kurangi plugin.
- Canonical disiplin: konsisten di setiap template halaman.
Cara Memulai: Rencana 30 Hari
Minggu 1 – Audit
- Crawl penuh (Screaming Frog/Sitebulb), export masalah: duplikat, kanonikal, parameter, rendering.
- Rich results & schema validation; cek GSC Coverage & Enhancements.
Minggu 2 – Prioritas
- Terapkan canonical + internal link bersih.
- Perbaiki robots.txt & submit ulang sitemap.
- Identifikasi halaman uang (money pages) untuk SSR & schema lengkap.
Minggu 3 – Implementasi
- SSR/dynamic rendering untuk konten kunci.
- Product & ItemList schema; image sitemap.
- Optimasi TTFB (query, cache, CDN).
Minggu 4 – Internasional & Fine-tune
- Pasang hreflang di semua varian negara/bahasa.
- Orphan fix & cluster link.
- Monitoring metrik: CTR, indeksasi, TTFB, CWV, sesi organik.
KPI yang Perlu Diawasi
- CTR (per hasil dengan thumbnail/rich result)
- Coverage GSC (Indexed, Excluded patterns)
- Crawl stats (requests, average response)
- TTFB & CWV (LCP, INP, CLS)
- Sesi Organik & Landing Page teratas
- Keyword movement (top 3/10/20)
Baca juga : Content Gap Analisis: Strategi Efektif Tingkatkan SEO dan Traffic Website
FAQ: Technical SEO
Q1: Mana yang harus diprioritaskan lebih dulu—konten atau teknis?
Fondasi teknis yang buruk membatasi potensi konten. Saran: rapikan dasar (crawlability, canonical, kecepatan), lalu skalakan konten.
Q2: Apakah schema pasti menaikkan ranking?
Schema bukan “tombol ranking”, tapi menaikkan visibility & CTR lewat rich result. Dampak total sering nyata pada trafik.
Q3: Bagaimana memastikan Google melihat konten saya?
Gunakan URL Inspection (GSC), lihat HTML yang dirender Google, dan uji dengan crawler yang memblokir JS untuk mendeteksi konten yang tak ter-render server.
Q4: Kapan gunakan dynamic rendering vs SSR penuh?
- SSR/SSG ideal untuk halaman inti statis/semidinamika.
- Dynamic rendering cocok untuk SPA besar/dinamis agar Google tetap mendapat HTML lengkap.
Q5: Hreflang sering error—cara aman?
Pastikan: saling referensi, kode bahasa-negara valid, konsisten (head/sitemap/header), dan gunakan x-default. Uji dengan alat pemeriksa hreflang.
Q6: Apakah parameter URL harus selalu diblokir?
Tidak. Blokir hanya parameter yang tak menambah nilai konten. Parameter yang mengubah konten bermakna (mis. filter penting) bisa diizinkan & di-canonical-kan dengan benar.
Q7: Berapa lama impact terlihat?
Umumnya 2–8 minggu setelah re-crawl dan reprocessing, tergantung frekuensi crawl & skala perubahan.




[…] Cara Meningkatkan Trafik Website dengan 8 Teknik SEO Teknis […]