spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Cara Meningkatkan Trafik Website dengan 8 Teknik SEO Teknis

Bonus: 7 Quick Wins Lainnya (Ringkas)

  • Struktur internal linking & orphan fix: semua halaman penting ≤3 klik dari beranda; buat cluster topik & HTML sitemap.
  • Struktur URL ecommerce: hierarki deskriptif (kategori → subkategori → produk), 301 terencana saat migrasi.
  • Faceted navigation: noindex/robots untuk kombinasi tanpa nilai; hanya index facet bernilai (mis. kategori + filter populer).
  • Schema konflik: satu primary schema per halaman; nesting FAQ di layanan/lokal; validasi Rich Results.
  • Image SEO: ukuran & kompresi, nama file deskriptif, alt text kontekstual (bukan stuffing).
  • Kecepatan halaman: minify, preload critical CSS, defer non-critical JS, kurangi plugin.
  • Canonical disiplin: konsisten di setiap template halaman.

Cara Memulai: Rencana 30 Hari

Minggu 1 – Audit

  • Crawl penuh (Screaming Frog/Sitebulb), export masalah: duplikat, kanonikal, parameter, rendering.
  • Rich results & schema validation; cek GSC Coverage & Enhancements.

Minggu 2 – Prioritas

  • Terapkan canonical + internal link bersih.
  • Perbaiki robots.txt & submit ulang sitemap.
  • Identifikasi halaman uang (money pages) untuk SSR & schema lengkap.

Minggu 3 – Implementasi

  • SSR/dynamic rendering untuk konten kunci.
  • Product & ItemList schema; image sitemap.
  • Optimasi TTFB (query, cache, CDN).

Minggu 4 – Internasional & Fine-tune

  • Pasang hreflang di semua varian negara/bahasa.
  • Orphan fix & cluster link.
  • Monitoring metrik: CTR, indeksasi, TTFB, CWV, sesi organik.

KPI yang Perlu Diawasi

  • CTR (per hasil dengan thumbnail/rich result)
  • Coverage GSC (Indexed, Excluded patterns)
  • Crawl stats (requests, average response)
  • TTFB & CWV (LCP, INP, CLS)
  • Sesi Organik & Landing Page teratas
  • Keyword movement (top 3/10/20)

Baca juga : Content Gap Analisis: Strategi Efektif Tingkatkan SEO dan Traffic Website

FAQ: Technical SEO

Q1: Mana yang harus diprioritaskan lebih dulu—konten atau teknis?
Fondasi teknis yang buruk membatasi potensi konten. Saran: rapikan dasar (crawlability, canonical, kecepatan), lalu skalakan konten.

Q2: Apakah schema pasti menaikkan ranking?
Schema bukan “tombol ranking”, tapi menaikkan visibility & CTR lewat rich result. Dampak total sering nyata pada trafik.

Q3: Bagaimana memastikan Google melihat konten saya?
Gunakan URL Inspection (GSC), lihat HTML yang dirender Google, dan uji dengan crawler yang memblokir JS untuk mendeteksi konten yang tak ter-render server.

Q4: Kapan gunakan dynamic rendering vs SSR penuh?

  • SSR/SSG ideal untuk halaman inti statis/semidinamika.
  • Dynamic rendering cocok untuk SPA besar/dinamis agar Google tetap mendapat HTML lengkap.

Q5: Hreflang sering error—cara aman?
Pastikan: saling referensi, kode bahasa-negara valid, konsisten (head/sitemap/header), dan gunakan x-default. Uji dengan alat pemeriksa hreflang.

Q6: Apakah parameter URL harus selalu diblokir?
Tidak. Blokir hanya parameter yang tak menambah nilai konten. Parameter yang mengubah konten bermakna (mis. filter penting) bisa diizinkan & di-canonical-kan dengan benar.

Q7: Berapa lama impact terlihat?
Umumnya 2–8 minggu setelah re-crawl dan reprocessing, tergantung frekuensi crawl & skala perubahan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles