spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Cara Menentukan Tarif Copywriting: Per Kata, Per Jam, atau Per Proyek?

Mengukur Keberhasilan Penawaran

Kamu bisa menilai apakah harga yang kamu tawarkan sudah pas dari respon klien.

  • Kalau semua klien langsung setuju tanpa negosiasi, kemungkinan tarifmu terlalu murah.
  • Kalau tidak ada yang setuju sama sekali, mungkin kamu terlalu tinggi.

Idealnya, sekitar 60–70% proposal diterima.
Itu artinya harga kamu masih dalam batas wajar tapi tetap menguntungkan.

Tips Tambahan untuk Copywriter Indonesia

  1. Jangan takut menyebut angka. Klien yang serius ingin kualitas, bukan harga termurah.
  2. Jelaskan apa yang termasuk dalam harga. Misalnya: “Harga sudah termasuk dua kali revisi dan proofreading.”
  3. Gunakan template penawaran. Dengan format tetap, kamu bisa hemat waktu dan tampil profesional.
  4. Beri contoh hasil kerja. Portofolio membantu klien memahami nilai dari harga yang kamu tawarkan.
  5. Gunakan kontrak tertulis. Selalu buat perjanjian sederhana agar tidak ada kebingungan soal revisi dan pembayaran.

Contoh Format Penawaran Copywriting

Judul: Penawaran Jasa Copywriting Website Kopi Nusantara
Klien: CV Kopi Nusantara
Tipe Proyek: Penulisan 5 Halaman Website (Home, Tentang Kami, Produk, Blog, Kontak)
Durasi: 7 Hari Kerja
Biaya: Rp4.500.000 (termasuk 2 kali revisi & proofreading)
Syarat Pembayaran:

  • DP 50% sebelum mulai
  • Pelunasan setelah hasil final disetujui

Catatan: Harga sudah termasuk riset dasar dan konsultasi via Zoom. Perubahan besar di luar brief awal akan dikenakan biaya tambahan.

Baca juga : Cara Menjadi Copywriter Sukses Tanpa Harus Punya Bakat Menulis

Kesimpulan

Menentukan harga jasa copywriting bukan soal asal menebak angka.
Ini soal memahami nilai waktu, kreativitas, dan dampak tulisanmu terhadap bisnis klien.

Mulailah dengan mencatat waktu, pahami alur kerja, dan berani memberi harga yang mencerminkan profesionalitasmu.
Ingat, kamu bukan sekadar penulis — kamu membantu klien menjual produk, membangun brand, dan menarik pelanggan.

Kalau begitu, wajar dong kalau hasil kerjamu bernilai tinggi.

FAQ

1. Lebih baik tarif per kata, per jam, atau per proyek?
Per proyek paling ideal, karena jelas bagi kamu dan klien.

2. Apakah boleh kasih harga murah dulu untuk dapat klien?
Boleh untuk membangun portofolio, tapi jangan terlalu rendah sampai kamu rugi waktu.

3. Apakah perlu menulis kontrak?
Iya, minimal dokumen sederhana yang menjelaskan durasi, revisi, dan pembayaran.

4. Berapa tarif wajar untuk artikel blog 500 kata di Indonesia?
Antara Rp150.000 – Rp400.000 tergantung riset dan kompleksitas topik.

5. Bagaimana kalau klien minta revisi tak terbatas?
Tolak dengan sopan. Batasi revisi di awal perjanjian (misal: maksimal 2 kali).

6. Apakah harga copywriter bisa naik seiring pengalaman?
Pasti! Semakin tinggi pengalaman dan hasil, semakin besar nilai yang bisa kamu tawarkan.

7. Bagaimana cara menghitung waktu menulis?
Gunakan aplikasi seperti Toggl atau Clockify untuk mencatat jam kerja secara objektif.

8. Kapan waktu yang tepat menaikkan tarif?
Ketika permintaan klien tinggi dan kamu mulai menolak proyek karena jadwal penuh.

9. Apakah copywriter pemula harus punya rate card?
Sebaiknya iya, agar kamu punya acuan dan tidak bingung saat klien bertanya.

10. Apakah perlu memberikan diskon?
Boleh sesekali untuk proyek besar, tapi pastikan tetap menguntungkan dan jelas alasannya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles