Baik kamu memilih tarif per jam maupun per proyek, mencatat waktu tetap wajib hukumnya.
Semua copywriter profesional melakukannya.
Kamu perlu tahu berapa lama kamu menghabiskan waktu untuk:
- riset,
- menulis draft pertama,
- melakukan revisi,
- dan komunikasi dengan klien.
Gunakan aplikasi seperti Toggl, Clockify, atau bahkan stopwatch di HP.
Dengan data waktu yang akurat, kamu bisa tahu:
- Apakah kamu terlalu lama menulis satu artikel?
- Bagian mana yang paling makan waktu?
- Apakah tarifmu sudah sesuai dengan effort yang dikeluarkan?
Contoh nyata:
Saat awal karier saya, saya sibuk terus tapi penghasilan tidak naik. Setelah meninjau catatan waktu, ternyata 40% waktu saya habis untuk pekerjaan non-billable seperti email dan admin. Sejak itu, saya buat template dan checklist agar lebih efisien. Hasilnya? Pendapatan naik tanpa harus kerja lebih lama.
Elemen yang Harus Diperhitungkan Saat Membuat Penawaran
Kalau kamu ingin menghitung harga proyek dengan adil, jangan hanya fokus pada waktu menulis.
Setiap proyek copywriting juga butuh waktu untuk hal-hal berikut:
- Briefing dengan klien (biasanya 1–2 jam)
- Riset dan brainstorming ide
- Menulis draft pertama (sekitar 60% waktu proyek)
- Revisi dan proofreading (sekitar 25%)
- Administrasi proyek (email, invoice, follow-up, dll.)
Sebagai panduan kasar:
Untuk setiap 10 jam proyek, 6 jam dipakai menulis, 2–3 jam revisi, 1 jam sisanya untuk komunikasi dan administrasi.
Dengan pola ini, kamu bisa membuat perhitungan yang realistis dan tidak merugi.
Contoh Perhitungan Harga
Katakan kamu mau menulis 5 halaman website untuk klien.
Kamu perkirakan:
- Briefing: 1 jam
- Riset: 2 jam
- Penulisan: 8 jam
- Revisi: 3 jam
- Proofreading dan administrasi: 1 jam
Total waktu = 15 jam
Tarif per jam kamu = Rp250.000
Total biaya proyek = 15 x 250.000 = Rp3.750.000
Tapi, kamu juga perlu menilai apakah harga itu sepadan dengan nilai bisnis klien.
Kalau website-nya untuk brand besar yang menjual produk jutaan rupiah, wajar saja kamu pasang harga lebih tinggi.
Faktor yang Mempengaruhi Tarif
Tidak semua proyek sama. Harga bisa bervariasi tergantung beberapa hal berikut:
- Topik → Menulis tentang kopi tentu lebih mudah daripada menulis tentang hukum atau teknologi finansial.
- Tujuan copy → Copy yang bertujuan menjual (sales page) lebih mahal daripada artikel blog biasa.
- Skala proyek → Apakah kamu menulis 1 halaman atau 20 halaman sekaligus?
- Waktu pengerjaan → Apakah klien minta revisi cepat atau waktu pengerjaan sangat sempit?
- Nilai bisnis → Semakin besar dampak copy kamu terhadap omzet, semakin tinggi nilainya.
Jadi, jangan samakan harga artikel blog 500 kata dengan landing page penjualan.
Efisiensi dalam Proyek Besar
Proyek besar biasanya lebih efisien karena:
- Kamu hanya perlu satu kali briefing untuk banyak halaman,
- Gaya dan tone sudah konsisten,
- Kamu sudah familiar dengan produk klien.
Artinya, waktu per halaman akan semakin cepat.
Tapi itu bukan berarti kamu harus kasih diskon besar-besaran.
Tetap sesuaikan harga dengan nilai dan kompleksitas pekerjaan.




[…] Cara Menentukan Tarif Copywriting: Per Kata, Per Jam, atau Per Proyek? […]