spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Cara Menemukan Gaya dan Suara Copywriting yang Kuat untuk Branding Bisnis

Dalam dunia offline, strategi bisnis sering diibaratkan dengan “lokasi, lokasi, lokasi.” Namun di dunia digital, prinsipnya berubah menjadi “perhatian, perhatian, perhatian.”

Perhatian adalah mata uang baru di internet. Kamu hanya punya beberapa detik untuk menarik minat pembaca sebelum mereka menggulir ke konten lain.

Copywriter hebat tahu cara menarik perhatian sejak kalimat pertama. Mulailah dengan pertanyaan yang menggugah rasa penasaran, cerita pendek, atau pernyataan yang menantang kebiasaan umum.

Contohnya:

  • “Kalau semua orang berlomba menulis panjang, kenapa postingan pendek justru viral?”
  • “Kamu cuma punya 8 detik untuk menarik perhatian pelanggan. Siap?”

Gunakan alat seperti Hotjar atau Microsoft Clarity untuk melihat perilaku pembaca. Dengan peta panas (heatmap) dan scroll tracking, kamu bisa tahu bagian mana yang menarik dan di mana pembaca berhenti membaca.

Hasil ini bisa membantu kamu memperbaiki struktur dan gaya tulisan agar lebih engaging.

Beberapa trik sederhana untuk mempertahankan perhatian pembaca:

  • Gunakan paragraf pendek (maksimal 3–4 baris).
  • Tambahkan visual seperti ilustrasi, meme, atau video pendek.
  • Sisipkan testimoni nyata.
  • Gunakan storytelling dengan kejutan kecil di tengah.

4. Temukan Keunikan Dirimu

Suara copywriting terbaik adalah yang terasa “manusiawi” — bukan buatan mesin. Untuk itu, kamu harus berani menunjukkan kepribadianmu dalam tulisan.

Banyak penulis pemula yang meniru gaya orang lain karena ingin terlihat profesional. Padahal, justru keaslianlah yang membuatmu berbeda.

Gunakan pengalaman hidupmu sendiri sebagai bahan bakar. Mungkin kamu pernah gagal dalam proyek, atau punya pengalaman menarik dengan klien. Cerita-cerita kecil seperti itu bisa membuat tulisanmu lebih hidup dan relatable.

Untuk melatih keunikan gaya, coba baca tulisanmu keras-keras. Jika terdengar kaku, ubah agar lebih natural.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi NaturalReader atau Text-to-Speech Google untuk mendengar bagaimana tulisanmu terdengar jika dibacakan oleh orang lain.

Semakin kamu sering melatih gaya penulisan pribadi, semakin mudah menemukan “suara” khasmu sendiri.

Dan ingat — kamu tidak harus terdengar formal. Banyak brand besar justru sukses karena gaya mereka santai dan jujur, seperti Tokopedia, Grab, atau Netflix.

5. Jangan Takut Bereksperimen

Menemukan gaya copywriting yang tepat adalah perjalanan, bukan tujuan akhir. Kamu tidak akan menemukannya dalam semalam.

Gunakan fase eksplorasi ini untuk mencoba berbagai tone: serius, humoris, inspiratif, atau edukatif. Catat mana yang paling cocok untuk audiensmu dan mana yang terasa paling alami bagimu.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles