- Meta-analisis independen: error rata-rata 28%
- Penelitian Stanford University: error 27%–90%
- Pengujian komunitas pengguna: error 18%–40%
Mengapa Tidak Akurat?
Karena Apple Watch:
- Tidak memiliki sensor khusus pengukur kalori
- Mengandalkan kombinasi:
- Detak jantung
- Gerakan tubuh
- Data fisik pengguna
- Algoritma pembelajaran mesin
Setiap orang memiliki metabolisme berbeda, sehingga angka kalori selalu berupa estimasi, bukan hitungan pasti.
Active vs Total Calories: Mana yang Lebih Penting?
Gunakan sesuai kebutuhan Anda.
Active Calories cocok untuk:
- Mengukur intensitas olahraga
- Melihat perkembangan performa
- Membandingkan sesi latihan
Jika angka Active Calories meningkat dari waktu ke waktu, artinya aktivitas fisik Anda juga meningkat.
Total Calories cocok untuk:
- Mengetahui gambaran energi harian
- Mengelola aktivitas harian secara umum
Namun Total Calories tidak cocok untuk menghitung diet harian secara presisi, karena perhitungan BMR tidak selalu akurat.
Cara Meningkatkan Akurasi Apple Watch
Anda bisa memperkecil margin error dengan beberapa langkah berikut:
1. Kalibrasi Apple Watch
Lakukan:
- Jalan cepat atau lari 20 menit di luar ruangan
- Pastikan GPS iPhone aktif
Ini membantu Apple Watch memahami pola langkah Anda.
2. Pilih Jenis Workout yang Tepat
Jangan asal pakai “Other Workout”. Setiap mode olahraga punya algoritma berbeda.
Contoh:
- Treadmill → Indoor Walk/Run
- Angkat beban → Strength Training
- Bersepeda → Indoor/Outdoor Cycle
3. Kencangkan Strap
Strap longgar membuat cahaya sensor bocor, sehingga HRM tidak akurat.




[…] Cara Membaca Active dan Total Calories Apple Watch untuk Diet & Olahraga […]