Prediksi ini didasarkan pada analisis probabilistik terhadap data historis siklus harga Bitcoin selama 16 tahun terakhir.
Menurut Peterson, bulan Oktober cenderung menjadi periode positif bagi BTC secara musiman, karena investor besar biasanya mulai mengakumulasi posisi menjelang akhir tahun.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa volatilitas bisa meningkat tajam di minggu terakhir Oktober, terutama jika pasar global bereaksi terhadap kebijakan moneter atau ketegangan geopolitik baru.
Analisis Siklus Pasar: Fase “Paling Berbahaya namun Menguntungkan”
Analis Trader Cyclop menilai bahwa Bitcoin saat ini berada dalam 90 hari menuju potensi puncak bull run berikutnya yang diperkirakan terjadi antara November hingga Desember 2025.
“Kita memasuki tahap paling berbahaya namun juga paling menguntungkan dari pasar bull. Kenaikan bisa ekstrem, tapi begitu juga risikonya,” kata Trader Cyclop.
Menurut Cyclop, fase saat ini mirip dengan pola yang terjadi pada 2017 dan 2021, di mana Bitcoin mencapai puncaknya sekitar 90–100 hari setelah konsolidasi besar-besaran.
Jika pola ini terulang, maka BTC masih memiliki ruang kenaikan signifikan sebelum potensi koreksi besar terjadi.
Namun, ia menekankan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko, mengingat pasar kripto cenderung bergerak ekstrem pada fase akhir siklus bull.
Peringatan dari CredibleCrypto: Ancaman Bear Market Sekuler
Berbeda dari pandangan bullish lainnya, analis terkenal CredibleCrypto justru mengingatkan agar investor tidak mengabaikan “gambaran besar”.
Menurutnya, pasar kripto bisa memasuki fase bear sekuler pertama secara bersamaan dengan potensi bear market di pasar ekuitas global.
“Kita mungkin sedang menuju pasar bear besar yang melibatkan seluruh aset, bukan hanya kripto,” tulis CredibleCrypto di platform TradingView.
Ia mengacu pada pola makroekonomi global di mana suku bunga tinggi, tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik dapat memicu koreksi lintas pasar (cross-market correction) yang berdampak juga pada Bitcoin.
Artinya, meskipun harga BTC secara teknikal masih bullish, faktor makro global tetap berpotensi menekan harga dalam jangka menengah.
Kondisi Pasar Saat Ini: Bitcoin Bertahan di EMA 200 Hari
Pada Sabtu (18/10/2025), harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$ 105.232, turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir.
Tekanan jual yang meningkat menjelang akhir pekan membuat pasar bergerak volatil, namun hingga kini BTC masih bertahan di atas EMA 200 harinya.
Analis menilai bahwa zona US$ 105.000–US$ 107.000 menjadi area akumulasi potensial bagi investor jangka panjang.
Selama BTC mampu memantul dari level ini, potensi reli ke US$ 114.000–US$ 120.000 masih terbuka.
Namun, jika breakdown ke bawah US$ 100.000 terjadi, maka target selanjutnya berada di area US$ 95.000–US$ 98.000, yang menjadi zona likuiditas tinggi dari transaksi pada bulan Juli–Agustus lalu.



