spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

BTC di Ujung Tanduk: Support US$ 106.000 Jadi Penentu Tren Akhir Tahun


jelajahtechno.com — Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan menjelang akhir Oktober 2025 setelah beberapa analis memprediksi potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.
Meskipun tren jangka panjang masih terlihat bullish, pasar kripto menghadapi fase krusial dengan support kuat di kisaran US$ 106.000–US$ 107.000 yang kini sedang diuji.

Beberapa analis menyebutkan bahwa jika Bitcoin gagal bertahan di level tersebut, maka harga bisa turun hingga US$ 100.000, yang kini menjadi rata-rata pergerakan tahunan (annual moving average) — titik penentu arah tren jangka panjang.

Support Kritis di Level US$ 106.000–US$ 107.000

Analis kripto Axel Adler mengidentifikasi bahwa zona US$ 106.000 hingga US$ 107.000 menjadi support utama Bitcoin (BTC) menjelang akhir Oktober.
Level ini dianggap sebagai “garis pertahanan terakhir” sebelum harga kembali menguji area psikologis US$ 100.000.

“Selama Bitcoin tetap di atas level US$ 106.000–US$ 107.000, tren bullish masih aman. Tapi jika zona ini jebol, kemungkinan besar BTC akan turun menguji US$ 100.000,” jelas Axel Adler.

Menurutnya, area US$ 100.000 juga menjadi tempat bertemunya rata-rata pergerakan tahunan (annual moving average) Bitcoin, yang selama ini menjadi indikator teknikal penting dalam menentukan arah pasar jangka panjang.

Dengan demikian, pertahanan di zona support ini menjadi kunci apakah BTC masih bisa mempertahankan tren naiknya, atau memasuki koreksi teknikal yang lebih dalam.

Baca juga : Pintu Indonesia Jajaki Kemitraan Kripto dengan Hong Kong

Skenario Bearish: Potensi Uji Support US$ 100.000

Jika harga gagal bertahan di area support utama, maka tekanan jual bisa meningkat signifikan.
Beberapa analis memperingatkan bahwa penurunan ke bawah US$ 100.000 akan menandai perubahan struktur tren makro, terutama karena investor besar (whales) cenderung melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang sejak awal tahun 2025.

Analis Lark Davis menyoroti peran exponential moving average (EMA) 200 hari sebagai garis pemisah antara fase bull dan bear di pasar kripto.

“Bitcoin saat ini bertahan di atas EMA 200 hari. Ini garis bull-bear. Para bull harus bersatu mempertahankan level ini. Jika gagal, harga bisa menguji support US$ 100.000,” ujarnya.

EMA 200 hari sering dianggap indikator paling penting dalam analisis teknikal, karena menggambarkan keseimbangan antara tren jangka menengah dan jangka panjang.
Apabila BTC gagal mempertahankan posisi di atas EMA ini, maka pasar bisa berubah dari tren naik menjadi tren konsolidatif atau bahkan turun.

Pandangan Optimis: Probabilitas 75% BTC Tutup Oktober di Atas US$ 114.000

Meskipun tekanan jual terlihat meningkat, sejumlah analis masih optimis bahwa Bitcoin dapat kembali menguat menjelang akhir bulan.
Analis kuantitatif Timothy Peterson memperkirakan peluang 75% BTC menutup Oktober di atas US$ 114.000, dengan potensi kenaikan tambahan sekitar 50%.

“Probabilitasnya tinggi bahwa Bitcoin akan menutup Oktober dengan harga di atas US$ 114.000. Pola historis menunjukkan kekuatan pembeli masih dominan,” jelas Peterson.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles