Hindari jebakan “murah asal dapat proyek”. Tarif adalah sinyal mutu, menutup biaya tak terlihat (riset, admin, pajak), dan menjaga energi.
Langkah praktis:
- Hitung target pendapatan bersih + biaya bisnis (tools, internet, coworking, pajak).
- Estimasikan jam billable realistis (awal karier, 40–60% waktu bisa non-billable).
- Dapatkan baseline hourly internal (rahasia dapur), lalu quote per proyek berdasarkan kompleksitas: riset, jumlah halaman, stakeholder, revisi, proofreading, dan admin.
- Sebagai patokan kasar waktu: ~60% draf pertama, ~25% revisi/proof, ~15% admin/komunikasi.
- Jika calon klien menekan harga, kecilkan scope—bukan diskon buta.
Naikkan tarif berkala saat bukti hasil, testimoni, dan efisiensi meningkat.
Proposal yang “Nge-klik”
Struktur yang bersih membantu “ya” lebih cepat:
- Ringkasan kebutuhan: tunjukkan kamu benar-benar paham objektifnya.
- Tujuan & metrik keberhasilan: apa yang akan dianggap “berhasil”.
- Pendekatan & alur kerja: riset, workshop/brief, sitemap/outline, draf, revisi, QA.
- Deliverables & timeline: jelas dan terukur.
- Inklusi & eksklusi: definisi revisi, jumlah putaran, aset yang disediakan klien.
- Investasi & syarat pembayaran: commencement fee, termin, dan tata waktu.
- Next steps: tombol “setuju” (atau instruksi reply) dan jadwal kickoff.
Tambahkan 2–3 testimoni relevan agar konteks nilainya terasa.
Testimoni yang Menggiring Klien Ideal
Minta saat momentum bahagia (publikasi live, campaign perform). Permudah dengan pertanyaan pemandu:
- Masalah apa yang kamu hadapi sebelum kerja sama?
- Apa hasil/impact paling terasa?
- Bagaimana pengalaman prosesnya (komunikasi, tepat waktu, rapi)?
Simpan izin tertulis untuk publikasi. Sebar strategis: homepage, halaman layanan, proposal, dan unggahan sosial.
Baca juga : Bikin Artikel Panjang Menarik Dengan Teknik Visual Copywriting
Tumbuh Berkelanjutan: Dari Solo Jadi Sistem
- Retainer 1–3 klien: stabilkan arus kas (blog bulanan, email lifecycle, CRO sprint).
- Layanan bertingkat: paket Website Core (Home/Produk/Tentang), paket Email Starter (Welcome/Abandon Cart), paket SEO Content (pillar + cluster).
- Outsource cerdas: riset awal, proofreading, layout, agar kamu fokus di high-impact writing & strategy.
- Investasi tools: CRM ringan, manajemen tugas, tool analitik SEO, template proposal/kontrak.
- High-value niche: B2B SaaS, healthcare, finance—bayar premium untuk keahlian khusus.
- Bangun personal brand: tulis case study, ajar mini-workshop, hadir sebagai narasumber—menaikkan trust dan tarif.
Rekap Langkah Besar
- Bangun mindset tumbuh & kelimpahan.
- Rapikan legal, rekening, pembukuan, kontrak.
- Kuasai craft (riset → outline → draf → edit → proof).
- Eksplor dulu, lalu tentukan positioning yang “chooseable”.
- Dapatkan klien via jaringan, kolaborasi, online presence, dan outreach.
- Buat portofolio cerdas meski tanpa klien (spec & mock brief).
- Tetapkan harga proyek yang sehat, naikkan seiring bukti.
- Kirim proposal jelas, ber-testimoni, dan mudah disetujui.
- Kumpulkan testimoni bernilai bisnis.
- Kembangkan retainer, paket layanan, tim, tools, dan brand pribadimu.
Kalau kamu konsisten mengeksekusi 10 langkah di atas, “tanpa pengalaman” segera berubah jadi pengalaman strategis yang dibayar.




[…] Bisnis Copywriting untuk Pemula: Langkah, Biaya, dan Strateginya […]