- Ketidakpastian hasil pertemuan Trump–Xi yang bisa berubah menjadi ketegangan baru.
- Kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi menekan neraca perdagangan.
- Risiko geopolitik di Timur Tengah yang bisa memengaruhi aliran modal global.
- Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga.
Baca juga : Rekor Baru! Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Saham EMAS & BRMS Ikut Terbang
Kesimpulan: Keputusan BI Menjadi Bahan Bakar Optimisme Pasar
Kenaikan IHSG pada Kamis (23/10/2025) menandakan bahwa keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75% telah memberi efek positif bagi pasar modal nasional.
Kebijakan ini menunjukkan keseimbangan antara upaya menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dengan sentimen domestik yang kuat, sinyal positif dari pertemuan AS–China, dan potensi stimulus dari China, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan menuju kisaran 8.300–8.350 dalam jangka pendek.
Namun, disiplin dalam mengelola risiko tetap diperlukan mengingat kondisi eksternal masih fluktuatif.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang IHSG dan Keputusan BI
1. Mengapa IHSG naik setelah keputusan BI?
Karena Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dan memberikan sinyal stabilitas moneter. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
2. Apa dampak suku bunga terhadap IHSG?
Suku bunga yang stabil membuat biaya pinjaman perusahaan lebih rendah dan mendukung aktivitas investasi. Akibatnya, kinerja emiten meningkat dan indeks saham cenderung naik.
3. Sektor apa yang paling diuntungkan dari kebijakan BI?
Sektor keuangan, perbankan, dan konsumsi biasanya mendapat keuntungan langsung karena bunga kredit dan cicilan tetap terjaga, meningkatkan daya beli masyarakat.
4. Apakah keputusan BI ini akan memengaruhi nilai tukar rupiah?
Ya, kebijakan moneter yang stabil membantu menjaga kepercayaan investor asing, sehingga aliran modal masuk tetap positif dan rupiah lebih stabil terhadap dolar AS.
5. Bagaimana prospek IHSG ke depan?
Jika kondisi global tidak memburuk dan BI tetap konsisten menjaga stabilitas, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan target jangka pendek di atas 8.300 poin.



