spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Berita Terpopuler 15 Oktober 2025: Emas Melesat, Saham BBRI & BBCA Dilirik Lagi

Bagi investor, fase koreksi seperti ini justru bisa menjadi momen akumulasi untuk portofolio jangka panjang.

Saham Hermanto Tanoko (RISE) Melonjak 340%, Punya Agenda Besar

Salah satu berita paling heboh datang dari saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten milik konglomerat Hermanto Tanoko, yang dikenal melalui Tanrise Group.

Saham RISE melonjak 9,79% ke Rp 4.600, menyentuh auto reject atas (ARA) sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (14/10/2025). Dalam tiga bulan terakhir, saham ini sudah naik 340%, atau setara dengan 3 bagger.

Sebelumnya, saham RISE sempat disuspensi BEI pada akhir September karena kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Setelah dibuka kembali pada 10 Oktober, saham ini langsung kembali aktif diperdagangkan dan masuk ke dalam papan pemantauan khusus full call auction (FCA).

Lonjakan harga saham RISE memicu pertanyaan dari BEI mengenai kemungkinan adanya aksi korporasi, seperti ekspansi bisnis atau rencana akuisisi. Meski belum ada pengumuman resmi, pasar menilai RISE sedang menyiapkan strategi ekspansi sektor properti dan infrastruktur. Hermanto Tanoko dikenal sebagai sosok pengusaha dengan portofolio bisnis yang luas, dari cat Avian Brands hingga real estate premium di Surabaya dan Bali.

Baca juga : Petani Singkong Bersiap Panen Rezeki dari Program BBM Etanol 10%

Analisis Tren: Emas dan Saham Jadi Primadona

Jika dilihat secara keseluruhan, kelima berita populer ini menunjukkan tren menarik di pasar keuangan Indonesia. Di satu sisi, harga emas melonjak karena ketidakpastian global, memperlihatkan bahwa investor masih mencari aset aman. Di sisi lain, pasar saham masih aktif dengan pergerakan ekstrem di beberapa emiten seperti UANG dan RISE.

Sementara itu, saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI masih menjadi tulang punggung kepercayaan investor domestik berkat kinerja fundamentalnya yang kuat. Fenomena ini membuktikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan. Investor perlu bijak dalam membaca momentum — kapan saat tepat untuk masuk ke aset berisiko tinggi seperti saham, dan kapan harus menyeimbangkan portofolio dengan aset aman seperti emas.

Kesimpulan

Berita-berita ekonomi populer hari ini menggambarkan dinamika investasi Indonesia yang sangat aktif dan beragam. Dari lonjakan harga emas perhiasan, revisi harga wajar saham perbankan, hingga reli tajam saham sektor properti, semuanya menunjukkan bahwa pasar sedang bereaksi terhadap kombinasi faktor global dan domestik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles