Dalam pengukuran FLOPS (Floating Point Operations per Second), Helio G99 mencatat 0,2816 TFLOPS, sedangkan Snapdragon 685 hanya 0,2432 TFLOPS. Semakin tinggi nilai FLOPS, semakin baik kemampuan GPU dalam menangani pemrosesan grafis kompleks.
Dengan perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Helio G99 unggul dalam performa gaming dan visual dibandingkan Snapdragon 685.
Efisiensi Daya dan Fabrikasi
Salah satu faktor penting dalam performa chipset adalah proses fabrikasinya. Helio G99 menggunakan teknologi 6nm FinFET TSMC, sedangkan Snapdragon 685 menggunakan 6nm Samsung LPP.
Meskipun keduanya sama-sama 6nm, hasil akhirnya berbeda. Proses manufaktur dari TSMC terkenal lebih efisien dalam manajemen panas dan daya. Dalam penggunaan intensif seperti bermain game, Helio G99 tetap menjaga suhu perangkat tetap stabil tanpa mengalami penurunan performa.
Snapdragon 685 juga cukup efisien, tetapi dalam uji stres jangka panjang, suhunya cenderung meningkat lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa sementara (thermal throttling).
Bagi pengguna yang menginginkan perangkat dengan suhu tetap dingin saat bermain game atau multitasking berat, Helio G99 menjadi pilihan yang lebih ideal.
Fitur dan Konektivitas
Dari sisi konektivitas, kedua chipset masih berbasis 4G LTE dan belum mendukung 5G. Namun, keduanya menawarkan fitur jaringan yang cukup lengkap untuk penggunaan harian.
Helio G99 dilengkapi modem LTE Cat-13, mendukung Wi-Fi 5 (a/b/g/n/ac), Bluetooth 5.2, serta RAM LPDDR4x hingga 4266 Mbps dan penyimpanan UFS 2.2.
Snapdragon 685 hadir dengan modem LTE X11 yang mendukung kecepatan unduh hingga 390 Mbps, serta Wi-Fi 802.11ac + MIMO dan Bluetooth 5.1.
Dari sisi fitur tambahan, Helio G99 sedikit unggul karena dukungan Bluetooth versi lebih baru dan RAM berkecepatan tinggi. Selain itu, performa penyimpanan UFS 2.2 pada Helio G99 membuat proses baca-tulis data lebih cepat dibandingkan eMMC yang masih digunakan beberapa HP dengan Snapdragon 685.
Stabilitas dan Suhu
Helio G99 terkenal dengan kemampuan menjaga suhu tetap stabil dalam jangka panjang. Proses fabrikasi 6nm TSMC membuatnya lebih tahan terhadap panas berlebih. Dalam pengujian suhu, Helio G99 mampu menjaga performa stabil tanpa overheat meski digunakan bermain game selama 30 menit.
Sementara itu, Snapdragon 685 sedikit lebih cepat mengalami peningkatan suhu. Meski tidak signifikan, efeknya dapat terasa pada performa yang menurun setelah pemakaian panjang.
Harga dan Ketersediaan di 2025
Di pasar Indonesia pada Oktober 2025, chipset MediaTek Helio G99 banyak digunakan di smartphone kelas menengah seperti Infinix Note 40, Tecno Pova 6, dan Poco M6.
Sementara Snapdragon 685 digunakan di model seperti Redmi Note 12, Realme C65, dan beberapa seri entry-level lainnya.
Keduanya berada di kisaran harga Rp2 juta hingga Rp3 jutaan, tergantung merek dan kapasitas RAM. Namun, smartphone dengan Helio G99 umumnya menawarkan performa lebih stabil dan hemat daya di kisaran harga yang sama.



