jelajahtechno.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri dengan memperpanjang kebijakan keringanan tarif impor suku cadang kendaraan hingga tahun 2030.
Kebijakan ini diumumkan secara resmi melalui proklamasi yang ditandatangani Trump pada Jumat (11/10/2025). Dalam pengumuman tersebut, ia juga meresmikan penerapan tarif impor sebesar 25% untuk truk berukuran sedang hingga besar, yang akan mulai berlaku pada 1 November 2025.
Langkah ini menunjukkan strategi pemerintahan Trump untuk mendorong manufaktur domestik sekaligus melindungi sektor otomotif AS dari lonjakan biaya produksi yang disebabkan tarif tinggi atas bahan baku impor.
Kebijakan Baru untuk Mendorong Produksi Lokal
Keringanan tarif ini pertama kali diperkenalkan pada April 2025 sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban produsen kendaraan akibat kebijakan tarif tinggi yang diterapkan untuk melindungi industri nasional. Awalnya, program ini direncanakan berakhir pada 2027, namun kini diperpanjang hingga 2030 setelah melalui diskusi dengan pelaku industri otomotif dan asosiasi manufaktur.
Melalui kebijakan baru tersebut, produsen kendaraan yang merakit mobil di dalam negeri akan memperoleh potongan tarif sebesar 3,75% dari harga jual kendaraan. Potongan ini dihitung dari beban tarif impor sebesar 25% atas suku cadang, yang umumnya menyumbang sekitar 15% dari total nilai kendaraan.
Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan daya saing industri otomotif Amerika Serikat di pasar global, sekaligus menjaga harga kendaraan tetap stabil di tengah tingginya biaya logistik dan bahan baku.
“Kami ingin memastikan industri otomotif Amerika tetap menjadi yang terdepan di dunia. Produsen yang memilih untuk merakit di dalam negeri akan mendapat dukungan penuh,” ujar Trump dalam pernyataannya di Washington.
Baca juga : OJK Targetkan Inklusi Keuangan Bertanggung Jawab, Cegah Produk Tak Tepat untuk Konsumen
Keringanan Meluas ke Truk, Mesin, dan Bus
Selain kendaraan penumpang, kebijakan keringanan tarif juga mencakup produsen truk dan mesin industri.
Trump menegaskan bahwa sektor tersebut memiliki peran vital dalam rantai pasok otomotif dan transportasi nasional, sehingga berhak mendapatkan fasilitas yang sama.
Melalui unggahan di media sosial pada 6 Oktober 2025, Trump juga menyatakan bahwa tarif impor sebesar 10% untuk bus akan diberlakukan secara khusus untuk produk yang tidak dirakit di dalam negeri.
Namun, keringanan tarif tetap berlaku bagi perusahaan yang memproduksi atau merakit bus di wilayah Amerika Serikat.
Pemerintah menilai kebijakan ini akan memicu ekspansi pabrik baru, terutama di wilayah Midwest dan Selatan AS, yang selama ini menjadi basis utama industri otomotif seperti Michigan, Ohio, dan Tennessee.
Tidak Berlaku untuk Kanada dan Meksiko
Dalam proklamasi yang sama, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif baru tidak berlaku untuk produk otomotif yang diimpor dari Kanada dan Meksiko, karena kedua negara masih terikat dalam perjanjian dagang US-Mexico-Canada Agreement (USMCA).
USMCA yang menggantikan NAFTA (North American Free Trade Agreement) pada 2020, memberikan perlindungan tarif bagi produk otomotif lintas perbatasan selama memenuhi syarat kandungan lokal minimal.




[…] AS Perpanjang Potongan Tarif Otomotif hingga 2030: Strategi Trump Dorong Produksi Lokal […]