—
jelajahtechno.com — Dalam dunia investasi saham, istilah value stock atau saham nilai sering dibicarakan. Jenis saham ini menarik perhatian investor karena dianggap dijual lebih murah dibanding nilai intrinsiknya, sehingga berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.
Berbeda dengan growth stock atau saham pertumbuhan yang fokus pada potensi masa depan, value stock lebih menekankan pada fundamental perusahaan, seperti dividen stabil, rasio keuangan rendah, dan valuasi yang dianggap undervalued.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu value stock, bagaimana cara mengenalinya, perbandingannya dengan growth stock, serta contoh saham nilai yang ada di pasar.
Definisi Value Stock
Value stock adalah saham perusahaan yang harganya dianggap lebih rendah dibanding nilai wajarnya berdasarkan kinerja keuangan. Saham jenis ini biasanya berasal dari perusahaan besar, matang, dan stabil yang memberikan dividen secara konsisten.
Investor yang membeli value stock percaya bahwa harga saham saat ini tidak mencerminkan kinerja sebenarnya dan pasar akan mengoreksi hal tersebut di masa depan.
Karakteristik Value Stock
- Dividend yield tinggi (imbal hasil dividen di atas rata-rata industri).
- Rasio Price-to-Earnings (P/E) rendah, menunjukkan harga saham murah dibanding laba per saham.
- Rasio Price-to-Book (P/B) rendah, artinya saham diperdagangkan di bawah nilai buku.
- Perusahaan biasanya stabil, mapan, dan beroperasi di industri yang sudah matang.
Value Stock vs Growth Stock
Perbedaan mendasar antara value stock dan growth stock dapat dilihat dari filosofi, valuasi, profil perusahaan, hingga risiko.
1. Filosofi Investasi
- Value stock: Investor mencari saham yang undervalued dan diperdagangkan di bawah nilai intrinsik.
- Growth stock: Investor mengejar saham dengan potensi pertumbuhan tinggi meski valuasinya mahal.



