spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Apa Itu Dark Social? Strategi Marketing untuk Traffic Tersembunyi


jelajahtechno.com —– Pernahkah Anda merasa heran ketika traffic website melonjak, tetapi sumbernya tidak jelas dari mana? Atau mungkin postingan media sosial tidak terlalu banyak mendapat like dan komentar, namun penjualan tetap meningkat? Fenomena ini bisa jadi berasal dari dark social—sisi tersembunyi dari perilaku berbagi konten online.

Apa Itu Dark Social?

Dark social adalah aktivitas berbagi konten yang terjadi di ruang privat, seperti WhatsApp, Telegram, DM Instagram, grup Discord, email, atau Slack kantor. Berbeda dengan share publik di Facebook atau Twitter, dark social tidak tercatat jelas di analytics tools seperti Google Analytics.

Banyak marketer salah mengira traffic tersebut sebagai “direct traffic”, padahal sebagian besar berasal dari link yang dibagikan secara pribadi. Fenomena ini bukan hal kecil—menurut berbagai riset, hingga 80–95% traffic direct sebenarnya adalah dark social.

Di Indonesia, dengan budaya komunikasi lewat WhatsApp, Telegram, dan Line yang begitu kuat, dark social menjadi semakin relevan.

Baca juga : 7 Rahasia Membuat Konten Menarik untuk Media Sosial dan Blog

Kenapa Dark Social Penting untuk Bisnis?

  1. Volume yang besar
    Mayoritas share konten saat ini terjadi di ruang privat. Jika marketer hanya mengandalkan data dari platform publik, maka gambaran performa kampanye tidak utuh.
  2. Kualitas rekomendasi
    Rekomendasi dari teman atau kolega di grup WA jauh lebih dipercaya dibanding iklan. Orang lebih cenderung membeli produk karena rekomendasi personal ketimbang promosi langsung.
  3. Meningkatkan konversi
    Dark social membawa audiens yang sudah “hangat”. Mereka datang dari link yang dibagikan dengan kepercayaan, sehingga kemungkinan konversi lebih tinggi.

Platform yang Mendorong Dark Social

  • WhatsApp & Telegram → Media berbagi paling populer di Indonesia. Hampir semua orang tergabung dalam grup keluarga, kantor, komunitas, hingga grup jual-beli.
  • Email & SMS → Masih efektif untuk berbagi artikel, promo, atau produk tertentu.
  • DM Media Sosial → Instagram, Facebook Messenger, dan LinkedIn menjadi kanal penting untuk berbagi personal.
  • Komunitas Online (Discord, Forum, Slack) → Ruang diskusi yang kredibel untuk niche tertentu, misalnya developer atau gamer.
  • Komunikasi Internal Kantor → Slack, Teams, atau Asana sering dipakai karyawan untuk berbagi artikel, tools, atau rekomendasi produk.

Tantangan dalam Mengukur Dark Social

  • Sulit dilacak → Analytics hanya menampilkan “direct traffic” tanpa tahu asal link.
  • Format berbeda tiap platform → Dimensi gambar, panjang teks, hingga preview link bisa berbeda.
  • Tidak ada insight publik → Percakapan di grup privat tidak bisa dipantau langsung oleh brand.

Strategi Mengoptimalkan Dark Social

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles