Tujuannya agar klien tahu kamu menulis dengan strategi, bukan asal.
4. Panduan Revisi
Banyak klien belum tahu cara kasih feedback. Jadi, bantu mereka dengan panduan singkat seperti ini:
- Beri komentar langsung di dokumen, jangan ubah teksnya.
- Kalau ada bagian yang kurang cocok, tulis alasannya (contoh: “Terlalu formal”).
- Revisi maksimal dua kali sesuai kesepakatan.
Contoh nyata:
Klien ingin mengganti kata “Gratis Ongkir” jadi “Pengiriman Tanpa Biaya” karena dianggap lebih sopan.
Kamu cukup catat: “Perubahan gaya bahasa sesuai permintaan klien — tone lebih formal.”
5. Catatan Format (untuk Website Copy)
Tambahkan petunjuk agar developer mudah pasang tulisanmu.
| Elemen | Isi |
|---|---|
| URL | www.kopinusantara.com |
| Title Tag | Kopi Nusantara – Kopi Asli Indonesia dengan Rasa Premium |
| Meta Description | Nikmati kopi lokal terbaik dari petani Indonesia. Pesan sekarang dan rasakan aroma khas Nusantara! |
6. Halaman Isi Copy
Bagian ini adalah inti dari copy deck. Tulis semua hasil copywriting kamu dalam tabel agar mudah dibaca.
| Elemen | Isi |
|---|---|
| Halaman | Home Page |
| Judul Utama (H1) | Rasakan Cita Rasa Kopi Asli Nusantara |
| Subjudul (H2) | Dibuat dari biji kopi terbaik, langsung dari petani Indonesia. |
| Isi Paragraf | Kopi Nusantara menghadirkan pengalaman minum kopi dengan rasa autentik khas Indonesia. Setiap tegukan adalah perjalanan rasa dari Sabang sampai Merauke. |
| CTA (Call to Action) | Pesan Sekarang → (tombol/link ke halaman produk) |
Tambahkan catatan kecil di bawah tabel jika ada alasan tertentu:
“CTA dipilih ‘Pesan Sekarang’ karena lebih kuat dalam mendorong aksi dibanding ‘Beli Sekarang’.”
7. Catatan Tambahan Tiap Halaman
Kalau kamu kirim versi revisi (misal V2), tambahkan ringkasan singkat:
“Revisi sesuai masukan klien pada paragraf pertama: menambahkan informasi tentang biji kopi Arabika.”
Ini membantu kamu dan klien melacak perubahan tanpa perlu membandingkan dua dokumen manual.
Branding dan Tampilan Dokumen
Setiap halaman harus ada identitas kamu di bagian bawah (footer).
Contoh:
© 2025 Jelajah Copy | fadhli@jelajahtechno.com | www.jelajahtechno.com
Kenapa penting? Karena kadang dokumenmu dicetak dan dibawa ke rapat. Kalau halaman tercecer, orang masih tahu siapa penulisnya dan bagaimana menghubungi kamu lagi.
Tambahan Supaya Klien Makin Puas
Kamu bisa tambahkan panduan memberi feedback yang efektif di akhir dokumen.
Contoh:
Saat meninjau copy ini, mohon perhatikan tiga hal:
- Apakah pesan utama sudah jelas?
- Apakah gaya bahasanya sesuai dengan target audiens?
- Adakah bagian yang terasa terlalu panjang atau kurang natural?
Dengan panduan seperti ini, klien tidak asal bilang “kurang sreg” tapi bisa kasih alasan yang jelas.
Contoh nyata:
“Headline sudah menarik, tapi bisa lebih emosional. Mungkin tambahkan kata ‘hangat’ untuk memperkuat kesan rasa kopi.”




[…] Apa Itu Copy Deck? Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya untuk Freelance Copywriter […]