jelajahtechno.com — WhatsApp terus berinovasi untuk menjaga kenyamanan penggunanya. Setelah memperkenalkan berbagai fitur keamanan dan privasi dalam beberapa tahun terakhir, kini aplikasi pesan milik Meta itu kembali menghadirkan langkah baru untuk memerangi spam dan penyalahgunaan fitur broadcast.
Dalam pembaruan versi beta Android 2.25.14.15, WhatsApp mulai menguji fitur pembatasan pengiriman pesan massal atau siaran (broadcast message). Tujuannya sederhana tapi penting — membatasi penyebaran pesan yang tidak relevan, mengurangi potensi spam, dan meningkatkan kualitas komunikasi antar pengguna.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya global untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat, di mana pesan yang diterima pengguna benar-benar memiliki makna dan bukan sekadar promosi berulang atau pesan massal tanpa konteks.
WhatsApp Uji Coba Fitur Batas Pengiriman Pesan
Fitur baru ini awalnya terdeteksi oleh laman WA Beta Info, yang kerap menjadi sumber utama bocoran fitur WhatsApp. Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (22 Oktober 2025), versi terbaru WhatsApp Beta Android 2.25.31.5 kini memperkenalkan sistem pembatasan baru terhadap pengiriman pesan di obrolan yang belum mendapatkan balasan.
Artinya, pengguna tidak bisa lagi secara bebas mengirim pesan berkali-kali kepada kontak yang belum merespons. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi komunikasi satu arah yang berpotensi mengganggu, terutama dari akun bisnis atau individu yang sering mengirim pesan tanpa izin penerima.
Selain itu, WhatsApp juga memperluas pembatasan ke fitur broadcast. Selama ini, banyak pengguna yang menggunakan pesan siaran untuk mengirimkan promosi, tautan, atau informasi massal tanpa pertimbangan. Dengan sistem pembatasan baru, setiap pengguna akan diminta lebih selektif dan bijak dalam mengirimkan pesan ke banyak orang sekaligus.
Baca juga : Chat WhatsApp Hilang? Ini Cara Restore-nya di Android
Tujuan Utama: Kurangi Spam dan Pesan Tidak Relevan
Fitur pembatasan ini bukan sekadar kebijakan baru tanpa alasan. WhatsApp ingin menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih aman, nyaman, dan relevan bagi seluruh penggunanya.
Spam menjadi salah satu masalah utama yang mengganggu pengalaman pengguna. Dari pesan promosi berantai, tautan mencurigakan, hingga informasi hoaks yang disebarkan lewat broadcast, semua ini sering kali menurunkan kepercayaan terhadap platform.
Dengan menerapkan batasan pengiriman pesan dalam periode tertentu, WhatsApp berharap dapat menekan jumlah pesan tidak diinginkan dan mengedukasi pengguna untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan platform komunikasi ini.
Menurut laporan internal yang dibagikan ke beberapa media teknologi seperti Runch dan WA Beta Info, sistem baru ini juga akan disertai notifikasi pengingat otomatis ketika pengguna hampir mencapai batas pengiriman pesan dalam obrolan yang belum dibalas.
Pengguna nantinya akan bisa melihat status atau sisa kuota pengiriman bulanan mereka langsung di menu Settings (Pengaturan). Dengan begitu, mereka dapat mengelola aktivitas pesan secara mandiri tanpa melanggar aturan baru.
Tidak Berlaku untuk Chat Aktif
Menariknya, pembatasan ini tidak akan memengaruhi percakapan yang aktif, yakni obrolan di mana kedua pihak sudah saling merespons. Dalam konteks ini, WhatsApp tetap memberi kebebasan penuh kepada pengguna untuk berkomunikasi seperti biasa.
Tujuannya bukan membatasi interaksi sosial, melainkan menekan komunikasi sepihak yang cenderung mengganggu. Bagi pengguna yang sering mengirim pesan tanpa balasan berulang kali, fitur ini akan menjadi batas alami agar interaksi lebih seimbang dan saling menghargai.
Hal ini juga membantu penerima pesan agar tidak merasa “dibombardir” oleh pesan promosi atau pesan pribadi yang tidak diinginkan.



