spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Samsung dan Google Perkuat Keamanan AI di Android untuk Cegah Ancaman Digital


jelajahtechno.com — Samsung dan Google mengumumkan komitmen bersama untuk meningkatkan perlindungan keamanan pada teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin banyak digunakan di perangkat mobile. Langkah strategis ini dilakukan karena tren penggunaan AI di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir, khususnya sejak hadirnya fitur Galaxy AI dan Android AI berbasis multimodal.

Perusahaan menilai bahwa perubahan kebiasaan digital pengguna yang kini mengandalkan AI dalam berbagai aktivitas harian membawa peluang besar bagi inovasi, tetapi juga membuka potensi risiko keamanan baru yang harus diantisipasi lebih serius.

Perubahan Perilaku Pengguna: AI Semakin Dekat ke Kehidupan Harian

Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani, menyampaikan bahwa peningkatan penggunaan AI di Indonesia dipengaruhi perubahan motivasi dan budaya digital di kalangan Gen Z dan Milenial. Keduanya menggunakan AI dengan tujuan berbeda, tetapi sama-sama mengarah pada peningkatan produktivitas diri.

Menurut Hani, AI di Indonesia banyak digunakan untuk mendukung pembuatan konten, memperluas keterampilan, serta meningkatkan efektivitas pekerjaan maupun pembelajaran.

Hani menjelaskan bahwa terdapat konsep yang disebut dualisme motivasi. Gen Z cenderung menggunakan AI untuk mengejar personal branding serta informasi secepat mungkin. Sebaliknya, Milenial lebih memanfaatkan AI sebagai alat untuk memperdalam kemampuan profesional.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa AI bukan sekadar tren hiburan. Teknologi ini telah berubah menjadi katalis perkembangan diri dan karier, terutama di sektor kreatif, digital marketing, dan UMKM.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menegaskan bahwa lonjakan penggunaan AI semakin terasa sejak Samsung memperkenalkan Galaxy S24 series dengan dukungan Galaxy AI.

Ia menyebutkan banyak pengguna kini lebih mengandalkan fitur AI untuk menjalankan fungsi yang sebelumnya memerlukan beberapa aplikasi sekaligus. Smart editing, auto summarization, live translation, hingga creative prompt untuk ide konten menjadi bagian dari keseharian digital masyarakat Indonesia.

Namun demikian, meningkatnya ketergantungan pada AI turut menghadirkan kekhawatiran terkait potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan peretas atau pelaku kejahatan digital.

Baca juga : Update One UI 8.0 untuk Galaxy S23 Ditunda, Ini Penyebabnya

Tantangan Keamanan AI: Risiko Bernilai Tinggi bagi Pengguna

Seiring berkembangnya AI, kompleksitas pengolahan data semakin tinggi. Hal ini berpotensi membuka titik lemah baru pada sistem keamanan.

Ancaman tersebut mencakup:

• Penyalahgunaan data pribadi pada model AI
• Serangan manipulasi prompt atau konten
• Eksploitasi data biometrik seperti wajah dan suara
• Kebocoran riwayat interaksi dan pencarian
• Penipuan berbasis deepfake yang semakin realistis

Karena itu, Samsung dan Google memandang penting perlindungan berlapis untuk meminimalkan risiko.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles