spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

BNI (BBNI)Laporkan Laba Rp 15,12 Triliun, Efisiensi & Digitalisasi Jadi Kunci


jelajahtechno.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Bank pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,12 triliun hingga akhir September 2025, tumbuh solid berkat strategi transformasi, efisiensi pendanaan, serta tata kelola keuangan yang prudent dan adaptif terhadap perubahan ekonomi global.

Fundamental dan Transformasi Digital Jadi Penopang Utama

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menegaskan bahwa penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, serta transformasi digital menjadi tiga pilar utama dalam menjaga ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif menghadapi volatilitas pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).

Transformasi digital yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir berperan besar dalam memperluas basis nasabah, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemampuan analitik data untuk pengelolaan risiko yang lebih presisi.

Baca juga : Emiten Sawit TP Rachmat Raup Laba Rp 1,3 Triliun, Naik 51% YoY!

Kredit Tumbuh 10,5%, Portofolio Semakin Sehat

Menurut Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena, hingga akhir kuartal III-2025, total penyaluran kredit BNI (BBNI) tumbuh 10,5% (yoy) menjadi Rp 812,2 triliun. Pertumbuhan ini terjadi merata di seluruh segmen bisnis — dari korporasi hingga UMKM.

“Kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendukung pertumbuhan sektor produktif,” jelas Paolo.

Rinciannya, kredit korporasi naik 12,4% menjadi Rp 450,7 triliun, didorong pembiayaan kepada korporasi swasta, BUMN, dan institusi besar. Kredit segmen menengah tumbuh 14,3%, sedangkan UMKM non-KUR meningkat 13,9% menjadi Rp 46,3 triliun — mencerminkan dukungan BNI terhadap sektor riil dan kemandirian ekonomi nasional.

Sementara itu, kredit konsumer naik 9,6% menjadi Rp 150,2 triliun, ditopang oleh penyaluran KPR, personal loan, dan kartu kredit. Sinergi dengan anak usaha juga memperkuat ekosistem bisnis BNI, dengan kredit usaha grup naik 15,3% menjadi Rp 17,4 triliun.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles