jelajahtechno.com — Saham-saham sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat pada Jumat (24/10/2025), seiring dengan lonjakan harga minyak dunia lebih dari 5%. Sentimen positif global tersebut mendorong minat investor terhadap saham-saham emiten minyak dan distribusi energi.
AKRA Pimpin Reli Sektor Energi
Berdasarkan data perdagangan Stockbit, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi pemimpin reli dengan kenaikan 9,42% ke harga Rp 1.220 per saham. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga melesat 4,13% ke level Rp 4.540 per saham, sementara PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 2,85% ke Rp 8.125 per saham.
Namun tidak semua emiten minyak menikmati penguatan. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) justru melemah 4,55% ke Rp 1.365, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 3,59% ke Rp 940 per saham.
Kinerja campuran ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi investor terhadap dampak jangka panjang dari lonjakan harga minyak mentah dunia.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Kenaikan tajam saham-saham energi ini sejalan dengan harga minyak Brent yang melonjak US$ 3,40 (5,4%) menjadi US$ 65,99 per barel, dan minyak WTI Amerika Serikat naik US$ 3,29 (5,6%) ke US$ 61,79 per barel. Ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni 2025, sekaligus penutupan tertinggi sejak 8 Oktober.
Pendorong utama kenaikan harga minyak adalah sanksi baru Amerika Serikat terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia, yakni Rosneft dan Lukoil, yang terlibat dalam pasokan minyak selama perang Rusia-Ukraina.
Baca juga : Bank Indonesia Jelaskan Alasan Penerbitan SRBI Turun Drastis
Dampak Sanksi AS terhadap Pasar Energi Global
Mengutip Reuters, sanksi tersebut membuat perusahaan energi di China dan India, dua pembeli utama minyak Rusia, mempertimbangkan pengurangan impor dari dua perusahaan yang terkena sanksi. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya pasokan minyak di pasar global.




[…] Minyak Dunia Melejit 5%, Saham AKRA Jadi Primadona di Bursa […]