spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Saham BBRI Melonjak, Mandiri Sekuritas Prediksi Tembus Rp 4.250


jelajahtechno.com — Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali mencuri perhatian pasar modal. Pada perdagangan Kamis (22/10/2025), harga saham emiten perbankan pelat merah ini naik 3,24% ke level Rp 3.820 per lembar. Penguatan tersebut didorong oleh aksi beli besar-besaran investor asing di bursa.

Data perdagangan mencatat, sebanyak 225,9 juta saham BBRI berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 35.533 kali dan nilai total mencapai Rp 853,95 miliar.

Beberapa broker asing terlihat agresif melakukan pembelian. UBS Sekuritas Indonesia mencatat net buy sebesar Rp 117,5 miliar, Maybank Sekuritas menambah Rp 92,2 miliar, dan CGS Sekuritas turut membukukan net buy Rp 79,6 miliar. Secara keseluruhan, beli bersih investor asing (net foreign buy) di saham BBRI pada perdagangan tersebut mencapai Rp 296,53 miliar, tertinggi di antara saham-saham yang menjadi incaran asing hari itu.

Sentimen Positif dari Analis Mandiri Sekuritas

Melihat penguatan yang signifikan, Mandiri Sekuritas dalam analisis teknikalnya untuk perdagangan Jumat (24/10/2025) memberikan rekomendasi “Buy” untuk saham BBRI dengan potensi kenaikan jangka pendek (swing trade) dalam periode 3–10 hari.

Dalam analisisnya, Mandiri Sekuritas menyebutkan titik masuk (entry point) saham berada di Rp 3.820, dengan target harga jangka pendek Rp 4.250. Artinya, terdapat potensi kenaikan hingga 11,25% jika target ini tercapai. Adapun batas stop loss disarankan di bawah Rp 3.650 untuk mengantisipasi risiko koreksi.

“Secara teknikal, saham BBRI masih memiliki momentum bullish kuat dengan volume transaksi yang meningkat signifikan,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas.

Optimisme ini tak lepas dari stabilitas fundamental BRI, serta kinerja sektor perbankan yang mulai membaik setelah tekanan makroekonomi beberapa bulan terakhir.

Baca juga : Haji Isam Bikin Heboh Bursa, Saham JARR Melonjak Dua Hari Berturut-turut!

Target Harga Jangka Panjang Versi Kiwoom Sekuritas

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia memiliki pandangan jangka menengah hingga panjang yang sedikit lebih konservatif. Dalam riset terbarunya, Kiwoom menurunkan target harga 12 bulan saham BBRI menjadi Rp 4.720 per lembar, yang juga dianggap sebagai nilai wajar (fair value) saham perbankan terbesar di Indonesia tersebut.

Analis Kiwoom menjelaskan, penurunan target tersebut mempertimbangkan risiko perlambatan laba bersih BBRI di tengah kenaikan beban operasional dan pajak. “Kami menggunakan pendekatan multiple valuation methods seperti DDM, P/E, dan PBV untuk menilai valuasi saham BBRI secara komprehensif,” tulis tim analis dalam laporannya.

Faktor risiko utama yang masih membayangi saham BBRI meliputi:

  • Risiko kredit, terutama dari segmen UMKM.
  • Risiko likuiditas, seiring potensi kenaikan biaya dana (cost of fund).
  • Risiko operasional dan kebijakan pemerintah, khususnya terkait arah suku bunga dan penyaluran kredit subsidi.

Kinerja Keuangan BBRI Masih Solid

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles