spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Haji Isam Bikin Heboh Bursa, Saham JARR Melonjak Dua Hari Berturut-turut!


jelajahtechno.com — Pasar saham Indonesia kembali diramaikan dengan lonjakan tajam saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) — emiten milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam. Pada sesi pertama perdagangan Kamis (23 Oktober 2025), saham JARR melonjak 23,33% ke level Rp 4.810. Pergerakan spektakuler ini menarik perhatian pelaku pasar, terutama setelah sehari sebelumnya saham JARR juga mencapai batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25%.

Lonjakan harga yang beruntun tersebut menunjukkan adanya minat beli yang kuat terhadap saham sektor agrikultur dan energi berbasis kelapa sawit ini. Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 103,67 juta lembar saham JARR berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi mencapai 43.366 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 486,18 miliar. Angka ini menandakan euforia besar di kalangan investor ritel dan institusi terhadap emiten sawit ini.

Pergerakan Saham JARR: Dari ARA ke ARB dan Bangkit Lagi

Menariknya, sebelum kembali menguat pada pekan ini, saham Jhonlin Agro Raya (JARR) sempat mengalami tekanan hebat. Selama periode 14–21 Oktober 2025, saham ini terperosok hingga auto reject bawah (ARB) selama beberapa hari berturut-turut. Dalam waktu singkat, harga JARR anjlok hampir 62%, menyusul aksi ambil untung (profit taking) besar-besaran setelah reli panjang sejak awal tahun.

Namun, jika dilihat dari performa sejak Januari 2025, saham JARR masih mencatatkan kenaikan luar biasa lebih dari 2.000%. Dari kisaran awal tahun sekitar Rp 350-an, harga saham sempat menembus level tertinggi di Rp 8.175 pada 13 Oktober 2025, sebelum mengalami koreksi tajam. Lonjakan ini menempatkan JARR sebagai salah satu top gainer tahunan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2025.

Baca juga : Asing Borong Saham Adaro (AADI), Target Harga Tembus Rp 8.600

Analisis Analis: Rekomendasi Spec Buy

Dalam riset harian yang dirilis Kamis pagi (23/10), Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memasukkan JARR dalam daftar saham unggulan hari itu. Ia merekomendasikan strategi “speculative buy” (spec buy) untuk saham Jhonlin Agro Raya dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp 4.280–Rp 5.000.

Artinya, kenaikan JARR pada sesi pertama perdagangan sudah melampaui target awal analis, yang menunjukkan momentum teknikalnya masih kuat. Menurut Fanny, minat beli investor ritel terhadap saham-saham agrikultur dan energi terbarukan masih tinggi, terutama di tengah sentimen positif terhadap program energi hijau pemerintah, di mana Jhonlin Agro Raya memiliki eksposur strategis.

Faktor Fundamental: Proyek B50 Jadi Magnet Investor

Salah satu faktor yang diyakini menopang optimisme pasar terhadap JARR adalah kabar bahwa Jhonlin Agro Raya siap berpartisipasi dalam program nasional B50 — yaitu program pencampuran biodiesel sebesar 50% (fatty acid methyl ester/FAME) dengan solar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi impor bahan bakar fosil.

Sebagai perusahaan yang memiliki lini bisnis kuat di sektor kelapa sawit dan energi terbarukan, Jhonlin Agro Raya dipandang mampu menjadi pemain kunci dalam rantai pasok biodiesel nasional. Sebelumnya, perusahaan milik Haji Isam ini juga menggarap proyek pertanian di Papua, yang menunjukkan ekspansi bisnisnya tak hanya di Kalimantan tetapi juga di wilayah Indonesia Timur.

Profil Singkat PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Didirikan di bawah grup besar Jhonlin Group, PT Jhonlin Agro Raya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit dan energi berbasis biomassa. Perusahaan ini menjadi emiten publik di BEI sejak 2022, dan sejak itu menarik perhatian karena kinerjanya yang fluktuatif namun menjanjikan.

Sebagai bagian dari konglomerasi milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, JARR memiliki sejumlah unit bisnis strategis, di antaranya:

  • Pengolahan crude palm oil (CPO) dan turunan oleokimia.
  • Produksi bioenergi dan pakan ternak berbasis limbah sawit.
  • Ekspansi ke bidang agribisnis terpadu dan energi hijau.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles