jelajahtechno.com — Bagi banyak penulis, profesional, maupun pelaku bisnis, memiliki buku sendiri adalah milestone besar. Tidak hanya karena bisa menulis ide atau pengalaman pribadi, tetapi juga karena buku bisnis dapat memperkuat otoritas dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Namun menerbitkan buku bukan hanya soal menulis. Prosesnya panjang dan menantang: mulai dari konsep, penulisan, editing, penerbitan, hingga promosi. Episode Hot Copy Podcast bersama Kate Toon mengulas perjalanan nyata menerbitkan buku bisnis secara mandiri — lengkap dengan suka, duka, dan jebakan yang sering dihadapi penulis.
Mari kita bahas langkah-langkah dan pelajaran penting yang bisa kamu terapkan.
1. Kenapa Menulis Buku Bisnis Itu Layak Diperjuangkan
Buku bisnis bukan sekadar produk tulisan. Ia adalah alat pemasaran jangka panjang. Sebuah buku bisa:
- Menjadi kartu nama paling kuat dalam karier profesional.
- Meningkatkan kredibilitas sebagai ahli di bidang tertentu.
- Membuka peluang kolaborasi, seminar, dan konsultasi.
- Mengedukasi calon klien dan memperluas jangkauan pasar.
Contohnya, Kate Toon, seorang copywriter dan pengusaha kreatif asal Australia, menulis buku Confessions of a Misfit Entrepreneur. Melalui kisah pribadi dan pengalaman nyata, ia memperkuat personal brand-nya sebagai pengusaha yang autentik, lucu, dan apa adanya.
Menulis buku bisnis bukan tentang menjadi sempurna — tapi tentang membagikan pengalaman nyata yang relatable dan bernilai bagi pembaca.
Baca juga : Rahasia Menulis Call to Action yang Tidak Bisa Ditolak Pelanggan
2. Dari Draft Pertama hingga Buku Siap Terbit
Proses menulis buku bisnis dimulai dari satu hal penting: disiplin menulis setiap hari.
Kate menyarankan untuk “menulis dulu, baru edit nanti.” Terlalu banyak berpikir di awal hanya akan memperlambat proses kreatif.
“Biarkan otakmu menulis dengan bebas dulu… lalu edit habis-habisan setelahnya,” — Kate Toon.
Berikut tahapan umum menulis buku bisnis:
- Riset dan Rencana Buku
Tentukan topik utama, siapa pembacanya, dan manfaat apa yang akan mereka dapatkan.
Contoh: “Cara membangun bisnis jasa kreatif tanpa kehilangan kewarasan.” - Tulis Draft Kasar (First Draft)
Jangan terlalu perfeksionis. Fokuslah pada ide utama dan struktur isi. - Edit dengan Brutal
Setelah draft selesai, baca ulang dengan sudut pandang pembaca. Potong bagian yang tidak relevan, perjelas contoh, dan tambahkan cerita nyata. - Gunakan Editor Profesional
Walaupun kamu penulis, editor tetap dibutuhkan untuk memberikan pandangan objektif, memperbaiki alur, dan memastikan nada tulisan konsisten.
3. Self-Publishing vs. Penerbit Tradisional
Penerbit Tradisional
Kelebihan:
- Proses distribusi lebih mudah.
- Dukungan editor dan tim pemasaran profesional.
- Kredibilitas tinggi.
Kekurangan:
- Proses seleksi ketat dan waktu tunggu lama.
- Royaltinya relatif kecil (umumnya 8–12%).
- Kontrol kreatif terbatas (terutama dalam desain dan judul).
Self-Publishing
Kelebihan:




[…] Rahasia di Balik Buku Bisnis Sukses: Strategi Kate Toon yang Bisa Ditiru […]