spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

CTA di Halaman About: Letaknya di Mana dan Teksnya Apa?


jelajahtechno.com — Baik bisnis mikro maupun korporasi, halaman About adalah tempat calon pelanggan “menilai” kecocokan. Mereka ingin tahu:

  • Siapa kamu (identitas & nilai brand)
  • Apakah kamu kompeten (bukti, pengalaman, dampak)
  • Apakah kamu memahami mereka (empati & relevansi)
  • Apa langkah berikutnya (CTA yang jelas)

Tantangannya: kalau yang menulis adalah organisasi, About sering berubah menjadi kronologi membosankan, jargon korporat, dan misi-visi yang terdengar generik. Tugasmu adalah memanusiakan brand—membuatnya hangat, jelas, dan terasa dekat tanpa kehilangan profesionalitas.

1) Atur sudut pandang & pronomina dengan luwes

Untuk brand, gunakan kombinasi yang alami:

  • Pihak ketiga saat memposisikan brand secara objektif: “Acme membantu…”
  • Jamaki (kami/kita) untuk membangun kedekatan manusiawi: “Kami mendengarkan pengguna dan…”
  • Anda/kamu untuk mengarahkan manfaat: “Anda mendapatkan…”, “Kamu bisa…”

Contoh gaya yang hidup:
“Sejak awal, [Nama Brand] berfokus pada satu hal: membuat [masalah pelanggan] menjadi lebih sederhana. Kami membangun produk bersama komunitas—mendengar, menguji, memperbaiki.”

Tips: Jangan terlalu kaku dengan “perusahaan ini/perusahaan tersebut”. Campur agar tetap bersahabat.

Baca juga : Website Startup Kurang Menjual? Ini Kesalahan Umumnya

2) Beri makna pada kata-kata yang terlalu umum

Hindari deskripsi kosong seperti “profesional”, “terpercaya”, “inovatif”. Jelaskan seperti apa wujudnya bagi pelanggan.

  • “Profesional” → “Menjawab tiket dukungan rata-rata dalam 15 menit pada jam kerja, dan <24 jam di luar jam kerja.”
  • “Terpercaya” → “Dipakai 12.400+ UMKM dan memiliki uptime 99,95% setahun terakhir.”
  • “Inovatif” → “Rilis fitur baru setiap 6 minggu berdasarkan voting komunitas.”

Semakin konkret, semakin kredibel.

3) Fokus pada “why” dan nilai yang dihidupi, bukan sejarah panjang

Sejarah berdiri ada gunanya jika mendukung nilai bagi pelanggan (mis. konsistensi layanan, kepemilikan keluarga yang menjaga mutu). Namun inti yang dicari pengunjung adalah: “Kenapa brand ini ada, dan apa dampaknya bagi saya hari ini?”

  • Kenapa brand didirikan (purpose)
  • Masalah siapa yang diselesaikan (audience & pain)
  • Nilai inti dan bagaimana tim menghidupinya (behaviors)
  • Ambisi/arah (misi & visi) yang terasa relevan
  • Dampak ke pelanggan & komunitas (outcome)

Mini-template naratif:

  1. Pemantik: “Kami melihat [masalah nyata] yang membuat [target]…”
  2. Misi: “Karena itu, kami membangun [solusi] yang…”
  3. Nilai: “Kami percaya [nilai 1, 2, 3] dan menerapkannya lewat…”
  4. Bukti: “Hasilnya: [metrik, testimoni, pengakuan]…”
  5. Arah: “Ke depan, fokus kami adalah…”
  6. Aksi: “Mulai dari sini: [CTA]”

4) Tetap tentang manusia: tampilkan tim & nilai perilaku

Brand besar tetap bisa terasa dekat dengan menonjolkan orang-orang di baliknya:

  • Sorot founder/leader sebatas konteks visi & kualitas keputusan, bukan glorifikasi.
  • Tampilkan nilai yang diwujudkan tim dalam rutinitas (mis. review kode terbuka, sesi usability mingguan, community hour).
  • Tambahkan kutipan singkat dari anggota tim lintas fungsi (produk, dukungan, operasional) agar terasa autentik.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles