jelajahtechno.com — Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) dan China untuk segera menurunkan tensi perang dagang yang kembali meningkat. Lembaga internasional tersebut memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu dapat mengguncang stabilitas ekonomi global secara signifikan.
Menurut laporan US News yang dikutip Minggu (19/10/2025), WTO menilai ketegangan perdagangan yang terus meningkat bisa menekan pertumbuhan ekonomi global hingga 7% dalam jangka panjang jika tidak segera diredakan.
Kekhawatiran WTO atas Perang Dagang AS–China
Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, menyatakan keprihatinannya terhadap lonjakan terbaru ketegangan antara Washington dan Beijing. Ia menegaskan bahwa WTO telah menghubungi pejabat dari kedua negara guna membuka ruang dialog dan mencari solusi diplomatik.
“Kami jelas khawatir dengan eskalasi ketegangan AS-China,” kata Ngozi.
“Kami sangat berharap kedua belah pihak dapat bersatu dan menurunkan tensi, karena konflik ini tidak hanya berpengaruh pada dua negara, tetapi juga terhadap seluruh dunia,” lanjutnya.
Menurutnya, hubungan ekonomi antara AS dan China sangat penting bagi keseimbangan perdagangan global. Ketegangan yang berlarut-larut berpotensi menciptakan fragmentasi ekonomi dunia, meningkatkan biaya logistik, serta mengganggu rantai pasokan internasional.
Baca juga : Hati-Hati! Ini 10 Modus Penipuan Keuangan Versi OJK, Rugi Rp7 Triliun
Dampak Global: Risiko Penurunan Ekonomi Dunia hingga 7%
WTO memproyeksikan bahwa dampak jangka panjang dari perang dagang antara AS dan China bisa mengurangi kinerja ekonomi global sebesar 7%, setara dengan triliunan dolar AS dari total output dunia.
Dampak tersebut muncul karena:
- Peningkatan tarif impor antarnegara yang menimbulkan efek domino di sektor manufaktur dan ekspor.
- Perubahan arah rantai pasokan global ke negara ketiga yang tidak efisien.
- Meningkatnya biaya perdagangan dan logistik internasional akibat kebijakan proteksionis.
Ngozi menambahkan bahwa WTO siap menjadi mediator netral untuk menengahi kedua pihak, dengan tujuan menjaga keberlanjutan perdagangan multilateral.
Laporan S&P Global: Kerugian Perdagangan Capai US$ 1,2 Triliun
Lembaga pemeringkat S&P Global memperkirakan bahwa kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat terhadap produk China dapat menggerus bisnis global hingga US$ 1,2 triliun pada tahun 2025.




[…] WTO Desak AS dan China Akhiri Perang Dagang, Ekonomi Global Terancam Turun 7% […]