jelajahtechno.com — Pergerakan saham PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) kembali menjadi pusat perhatian investor setelah lonjakan harga yang fantastis mencapai 224% hanya dalam waktu sebulan. Saham perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai produsen furnitur ini kini berubah arah setelah mengumumkan rencana diakuisisi oleh PT Asia Investment Capital (AIC) serta ekspansi ke sektor pengolahan sampah dan energi terbarukan (waste to energy).
Langkah tersebut menandai transformasi besar Boston Furniture dari bisnis furnitur menjadi perusahaan dengan orientasi energi berkelanjutan—sebuah strategi yang jarang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana Akuisisi Saham: AIC Siap Jadi Pemegang Kendali
Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama SOFA, Yohan Satya, mengonfirmasi bahwa dirinya bersama dua pemegang saham lain, yakni Hardy Satya dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dengan PT Asia Investment Capital (AIC) pada 17 Oktober 2025.
Perjanjian ini mencakup penjualan seluruh 1,173 miliar saham SOFA, yang mewakili 70,96% kepemilikan perseroan. Dengan jumlah tersebut, AIC akan menjadi pemegang saham pengendali baru Boston Furniture Industries setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.
“Tanggal penutupan akan menjadi waktu efektif perubahan pengendali perseroan, di mana pembeli akan resmi menjadi pemegang saham pengendali,” ujar Yohan Satya dalam pernyataannya.
Proses penyelesaian transaksi ini diharapkan tuntas paling lambat 31 Oktober 2025, tergantung pada pemenuhan prasyarat yang disepakati kedua pihak.
Baca juga : Saham UNTR Naik 3,75%, Asing Borong Besar-Besaran: Target Rp 28.000
Saham SOFA Siap Dibuka Kembali, Masuk Papan Pemantauan Khusus
Pasca lonjakan harga yang luar biasa, saham SOFA sempat disuspensi oleh BEI sejak 3 Oktober 2025 karena mengalami peningkatan harga kumulatif signifikan. Namun, Bursa Efek Indonesia mengumumkan akan membuka kembali perdagangan saham SOFA mulai Senin, 20 Oktober 2025, dengan mekanisme Full Call Auction (FCA) di papan pemantauan khusus.
Dengan status FCA, fluktuasi harga saham dibatasi hanya 10% per hari, baik naik maupun turun. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah aksi spekulatif ekstrem di pasar.
“Suspensi atas perdagangan saham Boston Furniture Industries (SOFA) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 20 Oktober 2025,” tulis pengumuman BEI.
Lonjakan 224%: Dari Gocap ke Rp 162 per Lembar
Sebelum disuspensi, saham SOFA mencetak kenaikan luar biasa sebesar 224% hanya dalam waktu sebulan. Pada 10 September 2025, saham SOFA masih berada di Rp 50 per lembar (gocap), lalu meroket hingga Rp 162 per lembar pada 2 Oktober 2025.
Fenomena ini membuat saham SOFA menjadi salah satu top gainer paling spektakuler di BEI tahun 2025, sekaligus memicu spekulasi kuat mengenai rencana akuisisi dan perubahan bisnis.
Banyak investor ritel menduga, kenaikan harga saham dipicu oleh insider sentiment menjelang pengumuman akuisisi dan ekspansi ke bisnis baru.




[…] Saham SOFA Jadi Top Gainer, Rencana Akuisisi Dorong Euforia Investor […]