spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Trump–Putin Bertemu di Budapest, NATO dan Uni Eropa Panik


jelajahtechno.com — Rencana pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Budapest, Hungaria, menimbulkan kegelisahan besar di kalangan sekutu Barat. Langkah ini dinilai menciptakan dilema geopolitik baru bagi Uni Eropa (UE) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dua blok yang selama ini berupaya mengisolasi Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Trump mengumumkan rencana pertemuan tersebut pada Jumat (18/10/2025), hanya dua minggu sebelum dijadwalkan berlangsung. Ia menyebut pertemuan itu sebagai “peluang diplomatik” untuk meredakan ketegangan global—terutama setelah laporan bahwa Washington berencana mengirim rudal Tomahawk ke Ukraina.

Namun, bagi Eropa, lokasi pertemuan ini bukan hanya kontroversial, tapi juga menyakitkan secara simbolik. Budapest adalah ibu kota Hungaria, negara anggota Uni Eropa dan NATO, namun memiliki hubungan dekat dengan Moskow dan kerap menentang kebijakan sanksi terhadap Rusia.

Hungaria, Lokasi yang Sarat Simbol Politik

Pemilihan Budapest sebagai tempat pertemuan Trump–Putin mengundang banyak tanda tanya di kalangan diplomat dan analis. Secara historis, kota ini memiliki nilai simbolis tinggi dalam konteks keamanan Eropa.

Pada tahun 1994, Budapest Memorandum ditandatangani di kota ini oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia untuk menjamin keamanan Ukraina setelah negara tersebut menyerahkan senjata nuklirnya. Namun, komitmen itu dilanggar ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 2022—menjadikan pertemuan kali ini seperti mengulang luka lama bagi Eropa Timur.

“Ini sangat memalukan bagi UE dan NATO. Waktunya tidak tepat. Ketika ancaman penggunaan Tomahawk meningkat, tiba-tiba Putin ingin bertemu. Tapi kalau Trump bisa menghasilkan sesuatu, biarlah ia mencoba,” ujar seorang pejabat Eropa Barat dikutip dari Reuters.

Bagi Uni Eropa, kehadiran Putin di salah satu ibu kota anggotanya adalah tamparan diplomatik. Apalagi, Hungaria selama ini kerap berselisih dengan Brussels terkait isu demokrasi, kebebasan pers, dan kebijakan energi yang masih bergantung pada Rusia.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: MBG dan Program Pangan Dongkrak Ekonomi Desa

Viktor Orban, Jembatan Antara Timur dan Barat

Pertemuan Trump dan Putin di Budapest juga tak bisa dilepaskan dari peran Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang dikenal memiliki hubungan baik dengan kedua pemimpin tersebut. Orban menjadi satu-satunya pemimpin UE yang tidak mengikuti arus konfrontatif terhadap Moskow sejak awal perang Ukraina.

Kedekatan Orban dengan Putin kerap membuat Uni Eropa kesal, terutama karena Hungaria masih membeli minyak Rusia dan menolak kebijakan sanksi tertentu. Namun, di sisi lain, Orban juga menjalin hubungan akrab dengan Trump dan kalangan konservatif AS.

“Hungaria akan berusaha tampil sebagai jembatan antara dua pihak yang sangat berbeda,” ujar Marcin Przydacz, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Polandia.

Menurut analis politik, Orban akan memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan citra politiknya di dalam negeri, terutama menjelang pemilu 2026, di mana partainya, Fidesz, tertinggal dari pesaing utama, Tisza.

ICC dan Kontroversi Kunjungan Putin

Secara hukum, kehadiran Putin di Hungaria juga menuai kontroversi karena Presiden Rusia itu sedang menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan deportasi anak-anak dari Ukraina.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles