jelajahtechno.com — Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, arah pembangunan nasional mulai menunjukkan perubahan yang lebih berpihak pada rakyat kecil. Di tengah tantangan ekonomi global dan agenda reformasi kebijakan yang masih berjalan, sejumlah program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberantasan kemiskinan mulai memperlihatkan dampak nyata bagi masyarakat.
Program-program tersebut kini menjadi simbol dari keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat, sekaligus menunjukkan langkah awal menuju visi kedaulatan pangan dan ekonomi inklusif yang menjadi fondasi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo
Dalam acara Dialog Nasional Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto yang digelar pekan ini, berbagai kalangan mulai dari akademisi, aktivis sosial, hingga lembaga kebijakan menilai bahwa arah pembangunan Indonesia kini semakin pro-rakyat.
Salah satu indikator utamanya adalah keberhasilan pemerintah menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat daya beli masyarakat melalui program sosial berbasis pangan dan padat karya.
Menurut para peserta dialog, program MBG dan ketahanan pangan nasional menjadi dua pilar utama yang merepresentasikan strategi pemerintahan Prabowo dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
“Baru satu tahun pertama, tapi capaian-capaian sudah cukup banyak. Yang utama itu soal ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis. Kalau ada kekurangan, berarti cara pelaksanaannya yang perlu dievaluasi, bukan programnya yang kita salahkan,” ujar Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP).
Baca juga : AS Perpanjang Potongan Tarif Otomotif hingga 2030: Strategi Trump Dorong Produksi Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Lebih dari Sekadar Gizi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu terobosan paling menonjol dalam setahun pemerintahan Prabowo.
Berbeda dari program bantuan pangan sebelumnya, MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan lokal di berbagai daerah.
Skema MBG menghubungkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM pangan dengan rantai pasok nasional. Dengan begitu, bahan baku untuk program ini diserap langsung dari produk lokal, sehingga meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan mendorong aktivitas ekonomi desa.
“Inisiatif ini membuka pasar bagi produk pertanian lokal, menumbuhkan lapangan kerja baru di pedesaan, dan memperkuat ketahanan pangan dari bawah,” jelas Kurniawan.
Dengan konsep tersebut, MBG dinilai bukan sekadar program sosial, tetapi strategi ekonomi berbasis rakyat. Pemerintah ingin memastikan setiap anggaran yang digelontorkan tidak hanya memberi manfaat konsumtif, melainkan juga produktif bagi sektor riil.
Dampak Nyata terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Setahun berjalan, dampak MBG mulai terasa di lapangan.
Banyak kelompok tani, koperasi, dan UMKM kuliner yang kini terlibat langsung dalam penyediaan bahan pangan dan pengolahan menu untuk sekolah-sekolah.
Data sementara menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk pertanian lokal meningkat signifikan, terutama sayuran, daging ayam, telur, dan ikan.
Efek berantai dari kebijakan ini telah menghidupkan kembali aktivitas pertanian dan distribusi pangan di sejumlah daerah pedesaan.




[…] Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: MBG dan Program Pangan Dongkrak Ekonomi Desa […]
[…] Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: MBG dan Program Pangan Dongkrak Ekonomi Desa […]