jelajahtechno.com — Salah satu platform trading aset digital di Indonesia, Pintu, tengah menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan ekosistem kripto Hong Kong. Kunjungan delegasi dari Indonesia Chamber of Commerce in Hong Kong (Inachamhk) ke kantor Pintu pada hari Selasa (14 Oktober 2025) membuka dialog seputar kemungkinan pengembangan kerjasama dalam dunia blockchain, fintech, dan aset digital.
Delegasi yang dipimpin oleh Brian Chan, Wakil Presiden Inachamhk, bersama rombongan menyelenggarakan sesi diskusi dengan tim Pintu untuk berbagi pengetahuan, mengeksplorasi potensi sinergi, dan mempererat jaringan bisnis lintas negara.
Menurut Andy Putra, SVP Strategy & Business di Pintu, kehadiran delegasi Hong Kong merupakan kehormatan besar. “Hong Kong adalah salah satu mitra utama bagi Indonesia, khususnya dalam sektor fintech dan inovasi keuangan,” katanya dalam pernyataan pers, dikutip pada Kamis (16/10/2025).
Baca juga : Abu Dhabi Resmi Bentuk Raksasa Investasi Global Senilai Rp 500 Triliun
Posisi Indonesia dan Hong Kong dalam Ekosistem Kripto Global
Hubungan dagang Indonesia dengan Hong Kong telah lama kuat. Pada 2023, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-23 Hong Kong di dunia dan ke-6 di antara negara ASEAN, dengan nilai perdagangan lebih dari US$ 3,5 miliar.
Sementara itu, di bidang kripto, Hong Kong menunjukkan pertumbuhan pesat. Menurut laporan Chainalysis, pada 2024 Hong Kong memimpin adopsi kripto di Asia Timur dengan peningkatan volume transaksi tahunan sebesar 85,6% — lonjakan tertinggi di kawasan tersebut. Hong Kong kini juga menjadi salah satu pusat aktor institusional di pasar kripto regional.
Kondisi ini membuka peluang emas bagi Pintu untuk menjalin kemitraan teknologi, pertukaran pasar, dan kolaborasi regulasi dengan entitas kripto di Hong Kong.
Alasan Hong Kong Menjadi Mitra Strategis
Ada sejumlah faktor yang membuat Hong Kong sangat menarik sebagai mitra kolaborasi bagi platform kripto Indonesia.
- Kekuatan Infrastruktur Keuangan Global
Hong Kong memiliki tradisi panjang sebagai pusat keuangan dunia, regulasi pasar yang relatif matang, serta akses ke modal global. - Posisi Kripto yang Makin Diterima Regulator
Dalam beberapa tahun terakhir, Hong Kong memberikan sinyal positif terhadap regulasi kripto. Beberapa platform telah mendapatkan lisensi dari Securities and Futures Commission (SFC), menjadikan Hong Kong sebagai destinasi menarik bagi perdagangan aset digital. - Pertumbuhan Volume Kripto yang Tinggi
Sebagai pusat transaksi kripto Asia Timur, Hong Kong telah mencatat transaksinya dalam skala besar, terutama melalui OTC (over-the-counter) yang sering dipakai oleh investor institusi. - Komplementaritas Demografis dan Teknologi
Indonesia memiliki populasi besar dan penetrasi digital yang terus berkembang, sementara Hong Kong menyediakan ekosistem finansial yang maju dan akses ke global markets.
Dengan demikian, sinergi antara Pintu dan jaringan industri kripto Hong Kong dapat menghasilkan skala ekonomi, akses teknologi, dan perluasan pasar lintas batas.




[…] Pintu Indonesia Jajaki Kemitraan Kripto dengan Hong Kong […]