spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dana Pemerintah di BI Turun, Tapi Kredit Perbankan Naik Tajam


jelajahtechno.com — Saldo simpanan pemerintah di Bank Indonesia (BI) per akhir September 2025 dilaporkan menurun drastis. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah dana yang tersimpan di BI kini hanya sebesar Rp 238,9 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan Rp 450,5 triliun pada bulan sebelumnya.

Penurunan hampir separuh ini terjadi akibat kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memutuskan menyalurkan sebagian besar dana pemerintah dari rekening BI ke sektor perbankan nasional, khususnya ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Langkah tersebut dilakukan pada 12 September 2025, dengan total dana yang dipindahkan mencapai Rp 200 triliun. Tujuannya, menurut Purbaya, adalah untuk menggerakkan sektor riil melalui penyaluran kredit produktif oleh bank-bank pemerintah.

Dalam penjelasannya di acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Optimism On 8% Economic Growth” di Jakarta pada Kamis (16/10/2025), Purbaya menegaskan bahwa pemindahan dana ini bukan berarti uang pemerintah berkurang, melainkan hanya berpindah lokasi penempatan.

“Yang saya lakukan adalah menyalurkan ke sistem perbankan. Uangnya masih punya saya, tetapi tempatnya beda, sekarang tempatnya di bank,” jelasnya.

Purbaya Ingin Dana Pemerintah Lebih Produktif

Kebijakan ini mencerminkan paradigma baru pemerintah dalam mengelola kas negara. Jika sebelumnya dana pemerintah cenderung mengendap di rekening BI, kini strategi baru diarahkan agar uang tersebut lebih produktif dan bisa menggerakkan perekonomian nasional.

Purbaya menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo–Gibran untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun. Menurutnya, uang negara seharusnya tidak hanya disimpan sebagai saldo idle, tetapi harus mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) terhadap sektor usaha.

Kebijakan penempatan dana di perbankan juga diharapkan mendorong sektor swasta untuk lebih aktif berproduksi. “Private sector bisa menggunakan uangnya untuk mendorong perekonomian,” ujar Purbaya.

Baca juga : Emas Tak Terbendung! Harga Tembus US$ 4.200, Target Berikutnya US$ 5.000

Realisasi Cepat: Rp 112,5 Triliun Sudah Mengalir ke Sektor Riil

Kemenkeu mencatat bahwa kebijakan penyaluran dana ke bank-bank Himbara ini mulai menunjukkan hasil konkret dalam waktu singkat. Hingga 9 Oktober 2025, atau kurang dari satu bulan sejak dana dipindahkan, penyaluran kredit ke sektor riil sudah mencapai Rp 112,5 triliun.

Realisasi ini berasal dari kombinasi penyaluran kredit oleh bank-bank milik negara dan bank syariah. Setiap bank memiliki porsi penempatan dana dan kinerja penyaluran yang berbeda-beda.

Berikut rincian realisasi kredit hingga awal Oktober 2025:

BankTotal Penempatan DanaRealisasi KreditPersentase Realisasi
Bank MandiriRp 55 triliunRp 40,7 triliun74%
Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rp 55 triliunRp 34,1 triliun62%
Bank Negara Indonesia (BNI)Rp 55 triliunRp 27,5 triliun50%
Bank Tabungan Negara (BTN)Rp 25 triliunRp 4,75 triliun19%
Bank Syariah Indonesia (BSI)Rp 10 triliunRp 5,5 triliun55%

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles