spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

8 Tips Voice Search Optimization agar Bisnis Mudah Ditemukan


jelajahtechno.com — Voice search atau pencarian suara bukanlah hal baru. Namun, dalam beberapa tahun terakhir popularitasnya meningkat pesat seiring makin banyaknya orang menggunakan perangkat pintar untuk mencari informasi online. Mulai dari Google Voice Search, Alexa, hingga Siri, semuanya memungkinkan orang untuk mencari hanya dengan berbicara, bukan mengetik.

Menurut laporan NPR 2020, lebih dari 60 juta orang Amerika memiliki smart speaker. Bahkan, tanpa smart speaker pun, lebih dari 1 miliar voice search dilakukan setiap bulan di seluruh dunia. Data ini membuktikan bahwa voice search adalah peluang besar yang tidak boleh diabaikan.

Agar tidak kehilangan potensi trafik, bisnis perlu mengoptimalkan website untuk voice search.

Apa Itu Voice Search?

Secara sederhana, voice search adalah metode pencarian menggunakan perintah suara. Beberapa perangkat populer yang digunakan adalah Google Assistant, Google Home, dan Amazon Alexa.

Cara kerjanya: pengguna memberikan perintah suara, mesin mengenali dan mengubahnya menjadi teks, lalu mesin pencari (Google, Bing, dsb.) memproses untuk memberikan jawaban paling relevan.

Hasil voice search berbeda tergantung perangkat. Jika menggunakan smartphone, jawaban bisa muncul dalam bentuk teks dan audio. Sementara pada smart speaker, hasil hanya diberikan melalui suara.

Baca juga : SEO vs Iklan: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis?

Tips Optimasi Website untuk Voice Search

1. Optimasi Berdasarkan User Intent

User intent adalah tujuan pengguna saat mencari sesuatu. Google tidak hanya menilai keyword, tetapi juga mencoba memahami maksud pencarian. Dengan voice search, hal ini semakin penting karena pertanyaan cenderung lebih panjang dan spesifik.

Pastikan konten Anda menjawab pertanyaan dengan jelas sesuai maksud pencarian, bukan hanya fokus pada kata kunci.

2. Gunakan Bahasa Percakapan

Berbeda dari pencarian teks yang singkat, pencarian suara lebih panjang dan menggunakan gaya bahasa percakapan. Biasanya berupa pertanyaan, seperti “di mana bengkel motor terdekat?”.

Untuk itu, gunakan gaya bahasa alami, seolah Anda sedang berbicara langsung dengan audiens. Riset kata kunci bisa dibantu dengan Google Search Console, Ahrefs, atau alat lain yang menampilkan pertanyaan populer di niche Anda.

3. Fokus pada Long-tail Keywords

Karena voice search lebih spesifik, long-tail keywords sangat penting. Misalnya:

  • Teks: “SEO agency terbaik”
  • Voice: “SEO agency terbaik untuk bisnis kecil di Jakarta”

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles