jelajahtechno.com — Di era digital, media sosial telah menjadi salah satu saluran utama bagi bisnis untuk membangun hubungan dengan konsumen. Namun, komunikasi saat ini bukan lagi satu arah. Setiap komentar, mention, atau bahkan obrolan sederhana di media sosial dapat memengaruhi reputasi brand Anda.
Inilah yang disebut dengan social mentions—ketika sebuah brand, produk, atau layanan disebutkan dalam percakapan di media sosial. Social mentions bisa datang dalam bentuk yang positif, netral, hingga negatif, dan semuanya berkontribusi terhadap bagaimana publik melihat bisnis Anda.
Di Indonesia, dengan lebih dari 220 juta pengguna media sosial aktif (We Are Social 2025), peran social mentions tidak bisa diremehkan. Bisnis dari skala UMKM hingga korporasi besar perlu memantau dan memahami percakapan ini agar bisa mengelola citra, membangun loyalitas, serta meningkatkan penjualan.
Apa Itu Social Mentions?
Social mentions adalah setiap kali sebuah brand atau produk disebutkan dalam percakapan online. Bentuknya dapat berupa:
- Tag langsung (@mention) → contoh: “Layanan @Tokopedia cepet banget, mantap!”
- Hashtag → misalnya #ShopeeHaul, #Indomie, atau #GoFoodinAja.
- Penyebutan tanpa tag → seperti komentar: “Ada yang pernah coba kopi Janji Jiwa rasa terbaru?”
Kategori Social Mentions
- Positif – review bagus, rekomendasi teman, atau apresiasi.
- Netral – sekadar diskusi atau perbandingan brand.
- Negatif – keluhan pelanggan, kritik, atau pengalaman buruk.
Semua kategori ini penting untuk dipantau, karena bisa menjadi bahan evaluasi dan strategi komunikasi brand.
Baca juga : 5 Kampanye Viral Marketing Paling Berhasil Sepanjang Masa
Mengapa Social Mentions Penting untuk Brand?
- Meningkatkan Visibilitas Online
Setiap mention berpotensi menjangkau audiens baru. Misalnya, review positif pelanggan di Twitter bisa tersebar ke ribuan pengguna lain melalui retweet. - Menciptakan Social Proof
Konsumen Indonesia dikenal sangat percaya pada rekomendasi teman atau komunitas. Social mentions bertindak sebagai “bukti sosial” yang memperkuat kredibilitas brand. - Memahami Sentimen Audiens
Dengan memantau mention, brand dapat mengetahui apakah publik lebih banyak memberikan sentimen positif, netral, atau negatif. - Promosi Organik Tanpa Biaya Iklan
Social mentions adalah bentuk word of mouth digital. Brand bisa mendapatkan eksposur tanpa harus mengeluarkan banyak biaya iklan. - Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Riset Nielsen menunjukkan bahwa 92% konsumen lebih percaya rekomendasi dari orang lain dibanding iklan langsung. Artinya, percakapan kecil tentang brand Anda bisa berdampak besar pada konversi.
Studi Kasus Social Mentions di Indonesia
Beberapa contoh viral campaign di Indonesia menunjukkan betapa kuatnya social mentions dalam membangun brand awareness:
- Shopee 12.12 Big Sale
Shopee menggandeng Blackpink sebagai brand ambassador. Hasilnya, ribuan mention dengan hashtag #ShopeeBlackpink trending di Twitter, meningkatkan awareness sekaligus traffic aplikasi. - Indomie Goreng Challenge di TikTok
Konten kreator ramai membuat tantangan kreatif dengan Indomie, menghasilkan ribuan mention organik. Efeknya, Indomie semakin mengukuhkan posisinya sebagai brand mie instan paling populer. - Gojek #PastiAdaJalan
Tagar ini dipakai ribuan pengguna untuk berbagi pengalaman positif. Social mentions membantu Gojek memperkuat citra sebagai brand yang dekat dengan masyarakat.
Cara Melacak dan Mengukur Social Mentions
Agar social mentions bisa dimanfaatkan secara maksimal, brand perlu menggunakan strategi monitoring.




[…] Social Mentions vs Iklan: Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis? […]