—-
jelajahtechno.com — TikTok telah menjelma menjadi salah satu platform media sosial paling berpengaruh di dunia, termasuk di Indonesia. Aplikasi ini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga peluang bisnis yang besar bagi kreator, UMKM, hingga brand besar. Dengan lebih dari 1,6 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, TikTok menghadirkan audiens yang sangat luas dan beragam.
Untuk bisa menghasilkan uang di TikTok, kuncinya adalah memahami siapa audiens Anda. Tanpa pemahaman yang tepat, strategi monetisasi bisa salah sasaran. Artikel ini akan membahas profil audiens TikTok, pentingnya strategi konten, contoh bisnis yang sukses, hingga cara kreator bisa memanfaatkan creator economy untuk mendapatkan penghasilan berkelanjutan.
Profil Audiens TikTok di Tahun 2025
Salah satu hal yang membedakan TikTok dari media sosial lain adalah demografi penggunanya. Mayoritas pengguna TikTok berasal dari kalangan anak muda. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 33% pengguna aktif TikTok berada di bawah usia 24 tahun. Hal ini menunjukkan dominasi Gen Z yang menjadikan TikTok sebagai ruang ekspresi utama mereka.
Namun, tren juga menunjukkan semakin banyak milenial yang bergabung dengan TikTok. Kelompok usia 25–34 tahun kini semakin aktif, baik untuk hiburan maupun belanja online melalui TikTok Shop. Ini adalah peluang besar karena milenial biasanya memiliki daya beli lebih tinggi dibanding Gen Z.
Di Indonesia sendiri, TikTok menjadi aplikasi favorit anak muda. Rata-rata pengguna Gen Z di Indonesia menghabiskan lebih dari 3 jam per hari di TikTok, baik untuk menonton video hiburan, mengikuti tren, maupun mencari inspirasi belanja.
Artinya, jika Anda kreator atau pebisnis online, strategi konten perlu disesuaikan dengan dua kelompok utama: Gen Z yang menyukai tren cepat, humor, dan hiburan singkat, serta milenial yang lebih menyukai konten informatif, review produk, dan storytelling yang lebih mendalam.
Baca juga : Cara Menghasilkan Uang di TikTok 2025: 13 Strategi Efektif
Strategi Konten Lebih Penting daripada Promosi
Kesalahan umum kreator atau brand baru di TikTok adalah terlalu agresif dalam menjual produk. Padahal, audiens TikTok tidak menyukai akun yang terasa seperti iklan berjalan. Konten yang hanya berisi promosi akan cepat ditinggalkan karena kurang menarik.




[…] Siapa Audiens TikTok Anda? Panduan Monetisasi TikTok 2025 […]