1. Gunakan Hashtag Pendek dan Mudah Diingat
Hashtag panjang seperti #PromoBelanjaMurahBangetDiJakartaSeptember2025 akan sulit diingat. Sebaiknya gunakan yang ringkas, misalnya #PromoJakarta.
2. Relevan dengan Konten
Jangan hanya mengikuti tren. Misalnya, jika Anda menjual produk kecantikan, gunakan hashtag seperti #SkincareRoutine atau #MakeupLokal, bukan #Sepakbola.
3. Riset Hashtag Populer
Gunakan tools seperti Hashtagify, RiteTag, atau cukup periksa di Instagram/TikTok untuk melihat hashtag populer dalam niche Anda.
4. Jangan Berlebihan
Di Instagram, Anda bisa menggunakan hingga 30 hashtag, tapi terlalu banyak bisa terlihat spammy. Idealnya gunakan 5–10 hashtag relevan.
5. Ikuti Tren tetapi Sesuaikan Brand Voice
Mengikuti hashtag tren seperti #FYP, #MondayMotivation, atau #Ramadhan2025 bagus, tapi tetap sesuaikan dengan identitas brand Anda.
Cara Kerja Hashtag di Berbagai Platform
Setiap platform media sosial memiliki aturan dan algoritma berbeda untuk hashtag. Berikut panduan singkatnya:
- Bisa menggunakan hingga 30 hashtag per postingan.
- Letakkan di caption atau komentar pertama.
- Rekomendasi: kombinasi antara hashtag populer (#InstaFood) dan niche (#KulinerBandung).
TikTok
- Hashtag berperan besar untuk masuk ke FYP (For You Page).
- Gunakan tren harian, misalnya #Challenge atau #DanceTrend.
- Rekomendasi: 3–5 hashtag populer + niche.
Twitter/X
- Gunakan maksimal 1–2 hashtag agar tetap terlihat natural.
- Hashtag bisa masuk ke Trending Topic jika banyak digunakan dalam waktu singkat.
- Hashtag tidak sekuat di Instagram/TikTok, tapi tetap membantu pencarian.
- Ideal: 1–3 hashtag per postingan.




[…] 7 Tips Hastag agar Postingan Viral di Instagram & TikTok […]
[…] 7 Tips Hastag agar Postingan Viral di Instagram & TikTok […]