Saya tahu kalau ingin berkembang, saya harus mulai “naik level” — bukan hanya bekerja di dalam bisnis, tapi juga mengatur bisnis. Itu artinya mulai mendelegasikan, menganalisis hasil kerja, dan berpikir strategis.
Dan jujur, itu menakutkan.
Pelajaran:
Pikirkan apa sebenarnya yang kamu inginkan dari bisnis atau kariermu. Kalau kamu bahagia dengan kondisi sekarang, itu bagus. Tapi kalau ingin berkembang, beranilah mengambil langkah baru.
Kesimpulan: Takut Itu Wajar, Tapi Jangan Biarkan Menguasaimu
Rasa takut tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Bedanya, sekarang saya belajar untuk berdamai dengannya.
Sebagian ketakutan masih ada, tapi saya tidak membiarkannya menghentikan langkah. Karena keberanian bukan berarti tanpa rasa takut — melainkan tetap melangkah meski takut.
Bagaimana denganmu?
Apakah kamu juga punya ketakutan yang sama soal menulis atau bisnis kreatifmu?
Tulislah, bagikan, lepaskan. Kadang, satu-satunya cara mengatasi ketakutan adalah dengan menuliskannya.
Baca juga : Kenapa Produkmu Nggak Laku Meski Banyak yang Lihat? Ini Jawaban dan Solusinya!
FAQ: Menghadapi Ketakutan dalam Menulis
1. Apakah wajar merasa takut saat menulis?
Sangat wajar. Semua penulis, bahkan yang berpengalaman, punya keraguan. Bedanya, mereka tetap menulis meski takut.
2. Bagaimana cara agar tidak takut dikritik?
Fokus pada pembaca yang ingin kamu bantu, bukan pada penilaian orang lain. Kritik itu bahan belajar, bukan alasan berhenti.
3. Apa tips agar tidak takut salah saat menulis?
Anggap setiap tulisan sebagai latihan. Kamu selalu bisa memperbaikinya nanti — yang penting, tulis dulu.
4. Bagaimana mengatasi rasa tidak punya waktu untuk menulis?
Jadwalkan waktu menulis seperti kamu menjadwalkan pertemuan penting. Disiplin kecil setiap hari jauh lebih efektif daripada menunggu waktu luang.
5. Bagaimana tahu kalau sudah siap menyebut diri “penulis”?
Kamu sudah siap sejak kamu mulai menulis. Tidak perlu menunggu karya besar, cukup mulai dari satu tulisan yang kamu banggakan.




[…] 5 Ketakutan Terbesar Penulis dan Cara Mengatasinya Agar Tetap Produktif […]