jelajahtechno.com — Setelah bertahun-tahun menulis dan mengulas ratusan naskah promosi — baik di sesi coaching, proyek klien, maupun workshop copywriting — ada satu hal penting yang selalu muncul: kata-kata yang kamu tulis mencerminkan keyakinan dan kejelasan dirimu.
Saat menulis untuk klien, kata-katamu biasanya diarahkan pada hasil. Tapi ketika menulis untuk diri sendiri atau bisnis pribadi, tulisanmu sering kali mencerminkan tingkat kepercayaan diri. Apakah kamu yakin dengan pesanmu, atau justru masih ragu-ragu? Semuanya bisa terbaca dari gaya menulis.
Itulah mengapa refinement atau penyempurnaan gaya menulis sangat penting. Setelah menguasai teknik dasar copywriting seperti struktur AIDA, storytelling, atau emotional trigger, langkah selanjutnya adalah melakukan upgrade kecil yang berdampak besar. Lima langkah sederhana berikut akan membuat tulisanmu lebih tajam, kuat, dan persuasif — tanpa perlu mengubah seluruh strategi.
1. Hentikan “Kata-Kata Ragu” yang Melemahkan Pesanmu
Salah satu kesalahan umum para penulis adalah menggunakan kata-kata yang “lembek” seperti mungkin, coba, sepertinya, atau bisa jadi.
Contohnya:
- ❌ “Produk ini mungkin bisa membantu Anda…”
- ✅ “Produk ini membantu Anda…”
Perbedaan kecil ini memberi efek besar. Kata-kata seperti mungkin atau coba memberi kesan kamu tidak yakin dengan manfaat produkmu sendiri. Dalam copywriting, keraguan kecil saja bisa menurunkan kepercayaan calon pembeli.
Ingat, copy yang kuat bukan berarti agresif, melainkan jelas dan yakin. Keberanian dalam memilih kata menunjukkan otoritas. Jadi, mulai sekarang, hapus kata-kata ragu dan ubah kalimatmu menjadi tegas serta lugas.
Tips cepat:
Setelah menulis, baca ulang naskahmu dan tandai setiap kata “lembek”. Ganti dengan versi yang lebih langsung. Hasilnya, copy kamu akan terasa lebih profesional dan meyakinkan.
Baca juga : 10 Copywriting Legendaris untuk Mengerek Penjualan Online
2. Gunakan Kata “Kamu” Lebih Sering daripada “Saya” atau “Kami”
Copywriting yang efektif selalu menempatkan pembaca di pusat perhatian. Kuncinya sederhana: gunakan kata “kamu” lebih sering.
Ketika tulisanmu berbicara langsung kepada pembaca, itu akan memicu respon emosional yang lebih kuat. Bahasa seperti ini menciptakan kesan percakapan pribadi — bukan sekadar promosi.
Perbandingan:
- ❌ “Kami membantu bisnis meningkatkan brand mereka.”
- ✅ “Kamu akhirnya bisa punya brand yang mencerminkan kepribadianmu — dan menarik klien yang tepat.”
Lihat bedanya? Versi kedua terasa lebih hangat dan personal.
Gunakan rumus sederhana:
Hitung berapa kali kata “kamu” muncul di naskahmu. Jika “kami” atau “saya” muncul lebih sering, berarti fokusmu masih pada dirimu, bukan audiens.
Di era digital, audiens tidak suka membaca promosi yang terkesan satu arah. Mereka ingin merasa didengarkan. Jadi, jadikan copywriting-mu sebagai percakapan dua arah, bukan monolog bisnis.




[…] 5 Kesalahan Umum Copywriting dan Cara Memperbaikinya […]