jelajahtechno.com — Mencapai pendapatan Rp 150–160 juta per bulan dalam waktu 30 hari mungkin terasa ambisius. Tapi dengan strategi yang tepat dan alat bantu seperti ChatGPT, ini bukan hal yang mustahil. Bedanya adalah Anda harus menggunakan prompt yang spesifik, relevan dengan pasar Indonesia, dan memaksa Anda berpikir unik—bukan prompt generik yang biasa menghasilkan ide basi
Artikel ini akan membahas 5 prompt ChatGPT terbaik yang bisa Anda pakai untuk membangun bisnis senilai Rp150 juta/bulan dalam waktu 30 hari di Indonesia, ditambah konteks lokal, langkah praktis, dan adaptasi yang sesuai.
Mengapa Prompt Spesifik Lebih Efektif?
Prompt generik hanya menghasilkan gagasan umum yang sudah sering digunakan banyak orang. Untuk sukses cepat, Anda butuh prompt yang:
- Menekan aspek unik dari Anda (skill, pengalaman, latar belakang lokal).
- Mengarah ke eksekusi nyata, bukan sekadar ide.
- Menyesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia—cultural fit, regulasi, preferensi konsumen lokal.
ChatGPT bukan sekadar sumber ide, melainkan mitra strategis yang bisa memetakan langkah bisnis Anda secara cepat dan relevan.
Baca juga : Short Selling Ditunda Lagi, BEI Umumkan Berlaku Sampai 2026
1. Definisikan Keahlian dan Niche Anda (Berbasis Lokalisasi Indonesia)
Langkah pertama adalah mengenal diri sendiri dan peluang pasar lokal. Di Indonesia, ide bisnis yang “pasaran” sangat banyak—tapi yang berhasil adalah yang punya kombinasi unik antara keahlian Anda + kebutuhan lokal.
Prompt (adaptasi):
“Gunakan data yang sudah kita bicarakan: latar belakang saya, pengalaman, dan konteks Indonesia. Identifikasi 3–5 peluang layanan atau produk yang sangat mungkin sukses di Indonesia (tingkat persaingan rendah, permintaan nyata). Untuk tiap peluang: jelaskan masalah yang dihadapi calon pelanggan di Indonesia, siapa pembelinya, dan mengapa kombinasi skill + pengalaman saya membuat saya punya keunggulan lokal.”
Misalnya, jika Anda pernah bekerja di bidang pemasaran digital di Indonesia, ChatGPT bisa menyarankan layanan strategi konten TikTok lokal, manajemen komunitas bahasa Indonesia, atau pelatihan digital marketing bagi UMKM di kota Anda.
2. Validasi Pasar dengan Riset Nyata di Indonesia
Ide bagus tetap gagal tanpa validasi. Di Indonesia, mengikuti asumsi bisa berbahaya karena preferensi lokal bisa sangat bervariasi antar kota/provinsi.
Prompt (adaptasi):
“Berikan saya kerangka validasi pasar untuk salah satu peluang yang sudah kita pilih. Termasuk: desain landing page sederhana (dengan bahasa Indonesia), komunitas online lokal (grup FB, forum, komunitas mikro), pertanyaan survei wawancara dalam Bahasa Indonesia untuk mengungkap pain point lokal, serta metrik pre-order atau minat awal. Tambahkan juga tantangan unik pasar Indonesia dan pertanyaan lanjutan agar profil pelanggan makin tajam.”



