- “Kopi ini bukan cuma bikin melek, tapi bikin mantanmu terlihat seperti keputusan yang salah.”
- “Kami bukan sekadar aplikasi keuangan, kami pelindung dompetmu dari tanggal tua.”
Tulisan yang “nyeleneh tapi relevan” menstimulasi otak pembaca dan membuat mereka berhenti scrolling.
Ingat: di era digital, kamu tidak hanya bersaing dengan kompetitor, tapi juga dengan TikTok, notifikasi WA, dan video lucu kucing. Jadi, buat tulisanmu tak terduga sejak kalimat pertama.
3. Label yang Kuat Mengubah Perilaku — Gunakan Efek Ekspektasi
Robert Cialdini dalam bukunya Yes! menjelaskan tentang kekuatan labelling dalam membentuk perilaku manusia.
Dalam sebuah penelitian, orang yang diberi label “warga yang baik dan bertanggung jawab” lebih mungkin untuk benar-benar melakukan tindakan baik, seperti memilih atau membayar pajak tepat waktu.
Mengapa ini penting untuk copywriting?
Karena otak manusia selalu berusaha konsisten dengan identitas yang disematkan padanya.
Jadi, gunakan label positif dalam tulisanmu.
Alih-alih berkata,
“Jika Anda membeli produk ini, Anda akan membantu lingkungan.”
katakan,
“Sebagai bagian dari komunitas peduli lingkungan, Anda pasti ingin ikut menjaga bumi.”
Lihat perbedaannya?
Kamu tidak memohon, tapi menegaskan ekspektasi positif.
Teknik ini efektif untuk membangun kedekatan dan tanggung jawab emosional pembaca.
Gunakan dalam CTA seperti:
- “Pembaca cerdas tahu kapan waktunya investasi. Yuk, mulai sekarang.”
- “Para pejuang karier seperti kamu pantas tampil maksimal setiap hari.”
Dengan kata lain, beritahu mereka siapa mereka, dan mereka akan berusaha bertindak sesuai label itu.
4. Temukan Kesamaan — dan Bangun Ikatan Emosional
Manusia secara naluriah mempercayai orang yang “mirip” dengan dirinya.
Penelitian menunjukkan bahwa bahkan kesamaan kecil—seperti asal kota, hobi, atau selera musik—bisa meningkatkan rasa percaya.
Di dunia copywriting, prinsip ini disebut affinity bias.
Otak mengasosiasikan kemiripan dengan keamanan, dan otomatis menurunkan tingkat skeptisisme.
Gunakan prinsip ini dengan cara sederhana:
- Tunjukkan kesamaan nilai atau pengalaman.
“Kami juga pernah kesulitan menabung setiap bulan—itulah kenapa kami menciptakan aplikasi ini.” - Gunakan bahasa yang terasa “satu frekuensi” dengan audiens.
Kalau targetmu Gen Z, jangan tulis seperti laporan kantor.
Contoh:
- “Ngatur duit itu ribet, tapi nggak lagi kalau kamu pakai app ini.”
- “Sama kayak kamu, kami juga benci skincare yang bikin kulit perih.”
Kesamaan membangun rasa “kita satu tim”. Begitu pembaca merasa kamu memahami mereka, mereka akan lebih mudah percaya dan mengikuti arahanmu.
Lebih dari Sekadar Kata: Konteks Adalah Segalanya
Teknik copywriting ini memang berbasis sains, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada konteks.
Kata-kata hebat tidak akan bekerja jika:




[…] 4 Teknik Copywriting Berbasis Sains yang Terbukti Mempengaruhi Pembaca […]