jelajahtechno.com — Pernahkah kamu menulis artikel, caption, atau iklan dengan harapan pembaca langsung bertindak—tapi hasilnya sepi? Padahal, kata-kata yang kamu pilih sudah terdengar keren, tapi tetap saja engagement-nya rendah.
Masalahnya mungkin bukan pada kalimatmu, melainkan cara otak manusia memproses pesan. Dalam dunia copywriting modern, kemampuan memahami psikologi pembaca menjadi senjata utama.
Jamie Cassata, seorang direct response copywriter sekaligus mantan filsuf, pernah berkata bahwa untuk menjadi copywriter hebat, kita harus “mengambil alih kebebasan berpikir pembaca.” Artinya, kamu harus tahu cara otak bekerja—dan menulis sejalan dengan mekanisme itu.
Berikut adalah 4 teknik copywriting berbasis sains yang bisa kamu gunakan untuk membuat pembaca terpaku, percaya, dan akhirnya melakukan tindakan yang kamu inginkan.
1. Otak Membenci Ketidakpastian — Beri Solusi yang Pasti
Menurut David DiSalvo dalam bukunya What Makes Your Brain Happy and Why You Should Do the Opposite, otak manusia selalu berusaha menghindari ketidakpastian. Saat dihadapkan pada situasi yang ambigu, bagian otak bernama amigdala akan memicu respons stres.
Secara sederhana: otak lebih memilih jawaban salah yang pasti daripada jawaban benar yang membingungkan.
Bagi copywriter, ini berarti kamu harus memberikan solusi yang jelas, mudah, dan konkret.
Hindari kata-kata yang rumit, abu-abu, atau terlalu filosofis.
Contoh kalimat yang salah:
“Program ini membantu Anda menemukan keseimbangan hidup dengan berbagai cara unik yang mungkin berbeda bagi setiap orang.”
Bandingkan dengan ini:
“Cukup 5 menit sehari, Anda bisa mengatur stres dan tidur lebih nyenyak.”
Pembaca tidak ingin merenung—mereka ingin kepastian. Maka, tulislah copy yang menjanjikan “satu jawaban sederhana” untuk masalah mereka.
Gunakan kata-kata seperti:
- “Cara paling cepat untuk…”
- “Solusi tunggal bagi…”
- “Langkah pasti agar…”
Copy yang jelas dan meyakinkan membuat otak pembaca merasa aman dan percaya.
Baca juga : Charity Copywriting 101: Seni Menulis untuk Tujuan Sosial
2. Otak Suka Hal Baru — Jangan Biarkan Tulisanmu Hambar
Neurobiolog Lawrence Katz dalam bukunya Keep Your Brain Alive menjelaskan bahwa aktivitas baru memicu produksi neurotrophin, senyawa yang menjaga kesehatan otak. Artinya, hal-hal baru membuat otak bahagia dan terstimulasi.
Sayangnya, banyak copywriter menulis dengan gaya “aman” yang sama:
- Kata pembuka klise: “Dalam dunia yang serba cepat…”
- Kalimat promosi datar: “Kami memberikan solusi terbaik untuk Anda.”
Padahal, pembaca akan cepat bosan jika gaya tulisanmu mirip dengan 100 iklan lain.
Solusinya, beranilah tampil berbeda.
Gunakan gaya bahasa unik, metafora yang tak terduga, dan sedikit humor jika sesuai konteks.
Contoh:




[…] 4 Teknik Copywriting Berbasis Sains yang Terbukti Mempengaruhi Pembaca […]