8. Gunakan Humor untuk Dikenal Lebih Lama
Humor membuat brand lebih mudah diingat. Contohnya, Poo-Pourri sukses menjual produk pembersih toilet dengan gaya lucu dan jenaka.
Kamu juga bisa melakukannya untuk pasar Indonesia dengan humor lokal. Misalnya: “Kopi ini bikin semangat, bukan cuma buat lembur tapi juga buat nembak gebetan.”
Tapi ingat, sesuaikan dengan karakter brand-mu. Jangan memaksa lucu kalau tidak sesuai identitas bisnismu.
9. Perhatikan Struktur dan Tampilan Tulisan
Teks yang panjang dan padat membuat orang malas membaca. Gunakan paragraf pendek, poin-poin, dan bold untuk menekankan hal penting.
Misalnya:
✅ Gunakan kalimat singkat
✅ Hindari istilah asing berlebihan
✅ Buat call-to-action (CTA) jelas seperti “Klik di sini untuk pesan sekarang”
Tulisan yang enak dibaca = lebih banyak konversi.
10. Fokus pada Manfaat, Bukan Sekadar Fitur
Pembeli tidak peduli produkmu apa, mereka peduli pada apa manfaatnya untuk mereka.
Contoh:
❌ “Kamera 50MP dengan lensa Sony IMX.”
✅ “Foto malam hari tetap jernih tanpa flash, bahkan di tempat gelap.”
Ubah fitur menjadi manfaat yang langsung bisa dirasakan oleh pembeli.
11. Gunakan “Fascination Bullets”
Tulislah poin-poin menarik yang menimbulkan rasa penasaran. Misalnya:
- Rahasia kecil yang membuat pelanggan kembali membeli produkmu.
- Kesalahan fatal dalam menulis caption yang bikin engagement turun.
Kalimat seperti ini membuat pembaca ingin tahu lebih banyak — dan akhirnya klik atau beli.
12. Gunakan Framing Positif
Cara menyampaikan pesan memengaruhi keputusan. Misalnya, daripada menulis “Hanya 10% pelanggan yang gagal,” tulis “90% pelanggan berhasil mencapai hasil terbaik.”
Framing positif membuat pembaca merasa aman dan yakin untuk mengambil tindakan.
13. Sentuh Ketakutan yang Relevan
Dalam dunia copywriting, ini disebut “selling the scare.” Misalnya, asuransi menekankan pentingnya perlindungan keluarga, atau antivirus menyoroti risiko kehilangan data.
Tapi ingat: gunakan rasa takut sebagai pemicu kesadaran, bukan untuk menakut-nakuti berlebihan.
14. Gunakan “Involvement Device”
Libatkan pembaca untuk berinteraksi. Misalnya:
- “Klik untuk melihat promo rahasia.”
- “Pilih warna favoritmu sebelum kehabisan.”
Ketika pembaca terlibat secara aktif, kemungkinan mereka membeli jadi lebih tinggi. Interaksi kecil menciptakan rasa kepemilikan.
15. Biarkan Pelanggan yang Menjual untukmu
Testimoni adalah senjata paling ampuh dalam dunia digital marketing Indonesia. Orang cenderung percaya pada sesama pengguna daripada promosi brand.
Tampilkan ulasan dari pelanggan nyata, sertakan foto atau video mereka. Kamu juga bisa menambahkan testimoni di media sosial seperti Instagram atau TikTok untuk memperkuat bukti sosial.



