spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

120 Perusahaan Berebut Proyek Waste to Energy Danantara

Minat dari 120 perusahaan yang mengikuti lelang ini datang dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Jerman, dan Uni Emirat Arab.
Selain perusahaan energi besar, banyak juga startup teknologi hijau dan perusahaan investasi berkelanjutan yang ingin terlibat.

Bagi Indonesia, hal ini menunjukkan kepercayaan tinggi dunia internasional terhadap potensi sektor energi bersih nasional.
Investor melihat bahwa proyek-proyek seperti ini selaras dengan tren global menuju energi hijau dan ESG (Environmental, Social, and Governance).

Peluang Baru bagi Ekonomi Hijau Indonesia

Dengan proyek Waste to Energy Danantara, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin energi hijau di Asia Tenggara.
Selain memberikan manfaat lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru di sektor:

  • Teknologi energi terbarukan
  • Industri daur ulang
  • Green financing dan obligasi berkelanjutan

Jika seluruh proyek rampung, potensi penghematan biaya pengelolaan limbah nasional bisa mencapai Rp 20–25 triliun per tahun.
Selain itu, pemerintah daerah akan memperoleh pendapatan tambahan dari penjualan listrik dan pengurangan beban TPA.

Baca juga : Backup Data Jadi Kunci di Era Digital, Synology Tawarkan Solusi Canggih

Kesimpulan: Indonesia Menuju Masa Depan Energi Bersih

Proyek Waste to Energy yang digagas Danantara bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, skema pembiayaan berani, dan visi lingkungan jangka panjang, inisiatif ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat energi hijau terbesar di kawasan.

Dari 120 perusahaan yang sudah menyatakan minat, hanya yang memiliki teknologi efisien, bersih, dan berorientasi keberlanjutan yang akan dipilih.
Tahap lelang yang akan selesai dalam dua bulan ke depan diharapkan menjadi langkah penting menuju Indonesia tanpa sampah dan berenergi bersih.

FAQ – Pertanyaan Umum

1. Apa itu proyek Waste to Energy Danantara?
Program nasional untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik menggunakan teknologi ramah lingkungan.

2. Siapa penyelenggara proyek ini?
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), lembaga investasi milik negara di bawah Kementerian BUMN.

3. Berapa nilai investasinya?
Antara US$ 150–200 juta per proyek atau sekitar Rp 2,5–3,3 triliun, dengan total 33 proyek di seluruh Indonesia.

4. Apa yang membuat proyek ini unik?
Menjadi proyek Waste to Energy pertama di dunia tanpa biaya tipping fee dan dengan harga listrik Rp 20/kWh.

5. Kapan proyek ini dimulai?
Tahap pertama pembangunan 10 fasilitas Waste to Energy akan dimulai pada akhir tahun 2025.

Sumber Rujukan:
Antara News, 15 Oktober 2025
Kementerian BUMN RI
Danantara Indonesia Press Release 2025
CNBC Indonesia Energi & Lingkungan
Kompas.id – Data Energi Nasional

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles