spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

120 Perusahaan Berebut Proyek Waste to Energy Danantara

Selain menciptakan solusi energi hijau, proyek ini juga ditargetkan mampu:

  • Mengurangi beban TPA hingga 60%
  • Meningkatkan rasio energi terbarukan nasional
  • Menyerap ribuan tenaga kerja baru di sektor energi dan konstruksi

Didukung Obligasi Patriot Rp 50 Triliun

Sebagian besar pendanaan proyek Waste to Energy ini akan ditopang oleh Obligasi Patriot (Patriot Bond) yang diterbitkan Danantara senilai Rp 50 triliun.
Obligasi ini menjadi instrumen inovatif untuk menghimpun dana publik sekaligus mendukung proyek strategis nasional di bidang energi bersih.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani telah menyampaikan bahwa dana hasil obligasi akan dialokasikan untuk sektor berkelanjutan, termasuk energi hijau, infrastruktur air, dan pengelolaan limbah.
Pendanaan ini juga menjadi bukti bahwa investor domestik semakin percaya pada potensi ekonomi sirkular Indonesia.

“Patriot Bond bukan hanya instrumen keuangan, tapi simbol kemandirian Indonesia dalam membangun masa depan energi berkelanjutan,” jelas Rosan.

Teknologi dan Lingkungan Jadi Kunci Seleksi

Dalam proses lelang, Danantara menekankan bahwa kualitas teknologi pengolahan limbah dan efisiensi energi akan menjadi faktor utama dalam penilaian.
Hanya perusahaan dengan sistem konversi limbah yang minim emisi karbon dan ramah lingkungan yang akan dipertimbangkan.

Beberapa jenis teknologi yang dipertimbangkan antara lain:

  • Gasifikasi: mengubah sampah padat menjadi gas sintetis yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
  • Pirolisis: mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar cair (bio-oil).
  • Incineration modern: sistem pembakaran bersuhu tinggi dengan filtrasi emisi tingkat lanjut.

Dengan sistem ini, setiap ton sampah bisa menghasilkan 400 hingga 600 kWh listrik.
Dalam skala nasional, jika seluruh proyek Waste to Energy beroperasi optimal, Indonesia berpotensi menghasilkan lebih dari 2.000 megawatt (MW) energi bersih.

Mendorong Ekonomi Sirkular dan Net Zero Emission

Pemerintah menargetkan proyek Waste to Energy ini menjadi bagian dari strategi “Net Zero Emission 2060.”
Dengan mengubah sampah menjadi energi, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari itu, proyek ini juga mendorong ekonomi sirkular, di mana limbah bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber daya bernilai ekonomi.
Produk samping dari pembangkit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri semen atau konstruksi.

Pandu menekankan, proyek ini tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada warisan lingkungan jangka panjang.

“Kita tidak sekadar bicara bisnis, tapi masa depan planet ini. Ini proyek energi yang memberi manfaat bagi ekonomi sekaligus bumi kita,” ujarnya.

Antusiasme Investor Global

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles