spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

10 Copywriting Legendaris untuk Mengerek Penjualan Online

Checklist: peka budaya, hindari menyinggung SARA, uji ke segmen loyal dulu.

  1. Chubbies — Humor yang Konsisten
    Kenapa jago: Humor jadi “signature voice”. Mereka berani melanggar “best practice” karena tahu persona; email terasa seperti chat ke teman.

Ilmu: Benign violation theory (humor aman), likability bias (yang disukai lebih meyakinkan).

Terapkan di Indonesia:
• Brand Gen Z: meme, punchline lokal (“Payday? Gas belanja!”).
• Brand formal: humor ringan di microcopy (halaman 404, empty state).

Template: “Setup (kenyataan) → Twist lucu → CTA jelas.” Frekuensi secukupnya, tetap jualan.

  1. Death Wish Coffee — Proses Jadi Benefit
    Kenapa jago: Mereka menjual proses roasting yang detail, sehingga kualitas terasa “terbukti”.

Ilmu: Specificity effect—detail konkret meningkatkan kepercayaan; competence signaling.

Terapkan di Indonesia:
• Kopi: “Roast profil medium-dark 12 menit, resting 72 jam.”
• Skincare: “Diformulasi pH 5.5, diuji iritasi 14 hari.”

Template: “Kami melakukan [langkah konkret] agar Anda mendapat [hasil sensori/objektif].”

  1. Tuft & Needle — Landing Page Penghancur Objection
    Kenapa jago: LP “12 alasan Anda belum beli… yet” mengangkat pertanyaan yang menahan orang, lalu dijawab dengan bukti/garansi.

Ilmu: Inoculation theory—menjawab keberatan lebih dulu = imunitas terhadap keraguan.

Terapkan di Indonesia:
Buat LP/FAQ “Kenapa belum checkout?” berisi: pengiriman, retur, ukuran, keaslian, garansi, after-sales.

Template Q&A:
Q: “Takut salah ukuran?”
A: “Gratis tukar 14 hari. Panduan ukuran + chat CS real-time.”

  1. Huckberry — Storytelling yang Menjual
    Kenapa jago: Email dibuka dengan cerita, lalu transisi ke produk (manfaat), dan CTA. Cerita membuat merek terasa manusiawi.

Ilmu: Narrative transportation—orang “masuk” ke cerita, resistensi menurun; mirror neuron—membayangkan pengalaman.

Terapkan di Indonesia:
• Outdoor: “Pagi itu kami tersesat di Dieng—untung jaket ini…”
• Kuliner: “Resep turun-temurun Nenek diolah jadi menu hari ini.”

Template: “Kait emosi → konflik kecil → produk sebagai solusi → CTA.”

  1. Harry’s — About Page yang Tegas Nilai
    Kenapa jago: Mereka menyatakan masalah pasar (cukur mahal) dan apa yang mereka perjuangkan/tolak. Audiens yang se-visi merasa “klik”.

Ilmu: Belief reinforcement—menegaskan pandangan audiens.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles