spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

10 Copywriting Legendaris untuk Mengerek Penjualan Online


jelajahtechno.com — Jim Rohn pernah bilang, “Orang yang tertarik ingin tahu apakah itu bekerja. Orang yang terpesona ingin tahu bagaimana cara kerjanya.” Itu juga berlaku untuk copywriting. Mengoleksi contoh copy memang bagus. Tapi kalau mau benar-benar mahir—mengubah pembaca jadi pembeli—kamu perlu membedahnya: baris demi baris, kata demi kata.

Di bawah ini ada 10 contoh copywriting e-commerce yang paling “menggigit”, kenapa mereka konversi, sains/bias psikologis di baliknya, dan template praktis supaya kamu bisa meniru untuk bisnis di Indonesia—baik di web, marketplace, email, sampai sosial media.

  1. BarkBox — Paham Audiens Sampai Ke Tulang
    Kenapa jago: BarkBox “berbicara” ke anjing, bukan pemiliknya. Itu membuat pemilik merasa dimengerti secara emosional (“ini buat anabulku”). Mekanismenya: empati → proyeksi → rasa cocok.

Ilmu di baliknya: Identity-based marketing dan empathy mapping—orang membeli versi diri/identitas yang mereka banggakan.

Terapkan di Indonesia:
• Merek petshop: “Cemilan baru yang bikin si meong makin manja—grain-free & aman pencernaan.”
• Parenting brand: “Popok yang bikin si kecil tidur nyenyak—Ayah Ibu juga.”

Template: “Kami tidak hanya [fitur], kami [manfaat untuk sosok yang Anda sayangi]: [hasil emosional].”

Baca juga : 9 Formula Copywriting Populer dan Cara Menerapkannya

  1. Bellroy — Copy Korporat yang Sungguh Relevan
    Kenapa jago: Halaman corporate gifting Bellroy mem-frame nilai yang dicari perusahaan: “mengapresiasi tim, menyenangkan klien, rapi & elegan”. Mereka menjual solusi reputasi, bukan sekadar barang.

Ilmu: Outcome framing + jobs-to-be-done (“tugas” kado korporat adalah mempererat relasi, bukan sekadar benda).

Terapkan di Indonesia:
• UMKM leather goods: “Notebook kulit untuk hadiah kantor—personalisasi logo, siap hampers.”
• B2B software: “Lisensi tim untuk klien VIP—hadiah yang benar-benar dipakai.”

Template: “Untuk [peran bisnis], [produk] membantu [tugas] agar [hasil bisnis: loyalitas, efisiensi, goodwill].”

  1. Bombas — Rima dan “Catchiness”
    Kenapa jago: “Kids Socks That Pop.” Rima meningkatkan processing fluency (mudah diproses otak), sehingga mudah diingat dan disebarkan.

Ilmu: Fluency heuristic—kalimat mengalun terasa lebih “benar”.

Terapkan di Indonesia:
• Kuliner: “Kopi Kuat, Kantong Hemat.”
• F&B sehat: “Renyah, Renyahnya Serius.”
• Fashion: “Ringan, Rapi, Ready.”

Template: Cari rima 2–4 kata: [kata manfaat] + [nada rima], tetap jelas menyebut kategori.

  1. Brooklinen — Wordplay yang Nakal tapi Terukur
    Kenapa jago: “holy sheet”, “zero bull sheet”. Pun + keberanian tone. Risiko ada, tapi distinctiveness meningkatkan daya ingat merek.

Ilmu: Von Restorff effect—yang beda lebih diingat.

Terapkan di Indonesia (tetap sopan):
• Bedding: “Lembutnya Kelewatan.”
• Kecantikan: “Glow Up, No Make-Up.”
• Tech: “Ngebut Tanpa Ribet.”

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles